Gunung Merapi Meletus dan Keluarkan Awan Panas, Ini Penjelasan Resmi BPPTKG

Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan awan panas siang tadi. Ini penjelasan resmi dari BPPTKG.

Gunung Merapi Meletus dan Keluarkan Awan Panas, Ini Penjelasan Resmi BPPTKG
Twitter@BPPTKG
Kondisi Gunung Merapi yang terpantau via PGM Ngepos pada Sabtu (30/3/2019). 

TRIBUNJABAR.ID - Gunung Merapi meletus tadi siang, sekitar pukul 11.30.

Hari Minggu (22/9/2019) siang, Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dengan tinggi kolom sekitar 800 meter dari puncak.

Kali ini, awan panas yang keluar mengiringi letusan terpantau berbeda dengan awan panas guguran yang biasa terjadi sejak 29 Januari 2019.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan awan panas letusan (APL) berbeda dengan awan panas guguran (APG) yang biasa terjadi sejak tanggal 29 Januari 2019.

"Awan panas kali ini didahului dengan letusan gas sehingga disebut sebagai awan panas letusan (APL)," ujar Hanik dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/09/2019), di laman Kompas.com.

Hanik menambahkan, awan panas guguran disebabkan oleh runtuhnya material kubah lava baru secara gravitasional atau tanpa kecepatan awal yang signifikan.

Sedangkan awan panas letusan disebabkan runtuhnya material kubah lava akibat dari tekanan gas dari dalam.

Seiring dengan berlangsungnya suplai magma, gas vulkanik diproduksi secara kontinu. Karena dinamika tekanan, gas dapat tersumbat dan terakumulasi di bawah kubah lava dan terlepas secara tiba-tiba, mendobrak kubah lava sehingga runtuh menjadi awan panas.

"Adanya peningkatan tekanan gas ini dapat terdeteksi oleh stasiun pemantauan. Dari pukul 00.00 sampai dengan pukul 12.00 terjadi 29 kali gempa MP (multiphase) dan 14 kali gempa embusan," ujarnya.

Disampaikanya, jumlah gempa MP dan embusan ini tergolong tinggi yang merepresentasikan peningkatan tekanan dan intensitas pelepasan gas vulkanik.

Halaman
12
Editor: taufik ismail
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved