Malam Mingguan di West Java World Music Festival, Berlangsung Sampai Tengah Malam

Berlokasi di Kebon Udjo, Cimenyan, Kabupaten Bandung, diselenggarakan acara West Java World Music Festival sejak Sabtu (21/9/2019)

Malam Mingguan di West Java World Music Festival, Berlangsung Sampai Tengah Malam
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUBJABAR.ID, BANDUNG - Berlokasi di Kebon Udjo, Cimenyan, Kabupaten Bandung, diselenggarakan acara West Java World Music Festival sejak Sabtu (21/9/2019) dari pagi hingga malam sekira pukul 23.00 WIB.

Taufik Hidayat Udjo menjelaskan kepada Tribun Jabar bahwa harapan dari terselenggaranya acara tersebut ialah untuk memperdayakan masyarakat sekitar.

"Tujuan besar dari kegiatan ini ialah menyelematkan alam, memelihara seni budaya, dan memberdayakan masyarakat. Saya juga udah menanam ribuan pohon disini agar alam bisa kembali dipulihkan," katanya.

Baru Sekali Rayakan Kemenangan, Ini Janji Nick Kuipers di Laga Persipura Jayapura vs Persib Bandung

Tema besar dari kegiatan ini ialah Rawayan West Java World Music Festival. Rawayan merupakan suatu jembatan di Baduy yang menghubungkan Baduy Dalam dan Baduy Luar serta masyarakat luar lainnya.

Taufik menjelaskan, bahwa melalui filosofi jembatan Rawayan yang terbuat dari Bambu tersebut, bisa menghubungkan antara miskin dan kaya, pejabat dan masyarakat biasa, sehingga tidak ada lagi jarak pemisah antara miskin dan kaya.

Ada hal unik yang diterapkan pada festival tersebut, setiap pengunjung yang datang, khususnya warga sekitar, akan digratiskan, sementara selain warga sekitar akan diarahkan untuk membeli tiket masuk yang nantinya tiket tersebut akan ditukar dengan "voucher" makanan.

"Jadi bukan hanya sekedar tiket masuk, tapi tiket tersebut ditukar menjadi voucher untuk membeli makanan tradisional diolah hingga dijual oleh warga sekitar. Inilah tadi yang disebutkan sebagai pemberdayaan masyakarat sekitar," kata Taufik Udjo.

Pengunjung yang datang juga akan diberikan souvenir berupa kalung angklung yang dibalut benang berwarna merah.

Konseling Zaman Now, Guru PB Habis Bisa Jadi Teman Curhat Siswa

Festival tersebut akan dihibur oleh penampilan Hannah Sanders & Ben Savage, Yu Feng, Budi Dalton & Orokaya, West Java Syndicate, Mary Jane, Sisca Guzheng Harp, Rasakarsa, Mirna, Ega Robot & Ethnic Percussion, Nissan Fortz, Arjun, Orkes Keroncong Jempol Jenthik, Kartun Project NJP, Samba Sunda, Babendjo, Crossroads, Angklung SMA 14, Angklung SMA Sumatera 40, dan Sujali.

Taufik Udjo berharap, kegiatan tersebut bisa bertahan sebagai agenda rutin tahunan yang tetap mempertahankan kepedulian terhadap alam, seni budaya yang terpelihara, dan masyarakat yang berdaya.

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved