Kasus Video Vina Garut, Kuasa Hukum Rayya Keberatan V Disebut Korban

Soni Sonjaya, kuasa hukum almarhum Rayya, pemeran adegan video 'Vina Garut' sangat keberatan pada anggapan tersangka V merupakan korban.

Kasus Video Vina Garut, Kuasa Hukum Rayya Keberatan V Disebut Korban
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Soni Sonjaya, pengacara almarhum Rayya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Soni Sonjaya, kuasa hukum almarhum Rayya, pemeran adegan video Vina Garut sangat keberatan pada anggapan tersangka V merupakan korban.

Karena itu, Soni Sonjaya keberatan jika kasus video Vina Garut yang menimpa V harus dihentikan.

"Walau hanya rekomendasi dari Komnas Perempuan, itu sangat tidak relevan. Lebih baik nanti dibuktikan saja di persidangan," ucap Soni ditemui di rumahnya, Sabtu (21/9/2019).

Soni menyebut, Komnas Perempuan tak memiliki wewenang untuk memberhentikan perkara.

Dari keterangan Rayya sebelum meninggal, tidak ada unsur paksaan dan ancaman seperti yang dilontarkan oleh V.

Keluarga Rayya pun sangat menyesalkan adanya pernyataan tersebut.

UPDATE Kasus Video Vina Garut, Polres Tolak Rekomendasi Komnas Perempuan, Begini Nasib V Sekarang

Komnas Perempuan Sebut Pemeran Utama Video Vina Garut Hanya Korban

Bahkan V yang meminta kepada Rayya agar fotonya dipajang di media sosial milik Rayya.

Ia bahkan yang mengajak Rayya saat masih menjadi suaminya untuk berhubungan badan dengan pria lain.

"Unsur paksaannya itu dari mana? Kalau dipaksa, kenapa uangnya semua diberikan kepada V. Rayya bahkan tidak pernah menerima uang hasil hubungan itu," ujarnya.

Jika V menjadi korban, almarhum Rayya pun disebut Soni harus menjadi korban. Pasalnya, V juga sering berhubungan dengan pria lain. Akibatnya Rayya bisa terjangkit penyakit mematikan.

"Nanti saja di sidang ada saksi ahli yang bisa membuktikan kebenarannya. Apakah ada unsur paksaan atau tidak?" kata Soni Sonjaya.

Pernyataan kuasa hukum V yang menyebut jika klien mereka sebagai korban malah menyudutkan status Rayya. Seolah-olah Rayya yang menjadi kambing hitam atas adegan video tersebut.

Kasus yang menimpa almarhum Rayya kini telah dihentikan oleh kepolisian. Surat penghentian penyidikan dan penuntutan (SP3) telah diterbitkan karena tersangka Rayya telah meninggal dunia.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved