Berkunjung ke Tajug Gede Cilodong, Maruf Amin Ingin Tempat Ibadah Jadi Pusat Pembangunan SDM

Wakil Presiden terpilih Maruf Amin meminta pengurus Tajug Gede Cilodong di Purwakarta untuk membuat beragam inovasi program bagi masyarakat.

Berkunjung ke Tajug Gede Cilodong, Maruf Amin Ingin Tempat Ibadah Jadi Pusat Pembangunan SDM
Tribun Jabar/Haryanto
Wakil Presiden RI terpilih periode 2019-2024, Maruf Amin saat ditemui di Convention Hall Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung pada Jumat (30/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Wakil Presiden terpilih Maruf Amin meminta pengurus Tajug Gede Cilodong di Purwakarta untuk membuat beragam inovasi program bagi masyarakat.

Tujuannya agar tempat ibadah bisa dimanfaatkan menjadi pusat membangun sumber daya manusia (SDM).

Menurut Maruf Amin, secara arsitektur dan luas lahan, Tajug Gede Cilodong sangat mampu untuk mengakomodasi kegiatan masyarakat. Selain itu, ia berharap masjid ini menjadi pusat budaya.

"Ya supaya masyarakat di Purwakarta khususnya, bisa menjadi manusia yang kreatif, religius, dinamis, berjiwa gotong royong, serta santun,” katanya usai melaksanakan salat Jumat di lokasi tersebut.

Amin menyebutkan membangun bangsa ini tidak mudah. Apalagi, saat ini banyak sekali permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini. Permasalahan tersebut, bisa menjurus pada kehilangan identitas bangsa.

Tajug Gede Cilodong, Purwakarta
Tajug Gede Cilodong, Purwakarta (Istimewa)

Putra Asep Sunandar Sunarya Apresiasi Langkah DKM Tajug Gede Cilodong Membuat Taman Giri Harja

Jadi Ikon Baru Purwakarta, Tajug Gede Cilodong Gunakan Kultur Jawa Barat sebagai Penegas Identitas

Karena itu, katanya, semua pihak dari berbagai elemen masyarakat, perlu menjaga komitmen untuk menjaga bangsa dan negara ini. Saat ini, lanjut Amin, kelemahan masyarakat Indonesia ini, yakni sering menyalahkan pihak lain.

“Saya berpesan supaya pengurus DKM Tajug Gede Cilodong ini, bisa menjadikan masjid ini sebagai pusat peradaban. Pusat pembangunan SDM. Supaya, generasi penerus nanti tidak menjadi manusia yang lemah dan kehilangan identitasnya,” kata dia.

Sementara itu, Ketua DKM Tajug Gede Cilodong, Dedi Mulyadi, mengatakan Tajug Gede Cilodong ini ke depannya akan jadi fasilitas multi fungsi.

Tak hanya sebagai tempat ibadah. Melainkan, akan jadi pusat studi peradaban. Mengingat ke depannya akan ada sembilan konten yang dibangun di areal ini.

“Sembilan konten ini, seperti Museum Islam Nusantara, perpustakaan digital, Museum Nyi Pohaci yang menyeritakan menganai padi, museum bola, museum wayang yang terinspirasi dari Giri Harja, serta Museum Kasih Sayang yang terinspirasi dari Habibie-Ainun,” ujar Dedi. 

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved