Ternyata Ini Pengakuan Peserta Unjuk Rasa Penolakan Revisi UU KPK yang Dibatalkan Polres Indramayu

Mayoritas massa yang mengatasnamakan Wadon Dermayu Ora Meneng mengaku mengikuti aksi unjuk rasa itu hanya sekadar ikut-ikutan saja.

Ternyata Ini Pengakuan Peserta Unjuk Rasa Penolakan Revisi UU KPK yang Dibatalkan Polres Indramayu
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Polisi saat mengamankan massa yang mengatasnamakan Wadon Dermayu Ora Meneng sebelum aksi unjuk rasa penolakan revisi UU KPK di Sport Center Indramayu, Kamis (19/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Mayoritas massa yang mengatasnamakan Wadon Dermayu Ora Meneng mengaku mengikuti aksi unjuk rasa itu hanya sekadar ikut-ikutan saja.

Seorang massa aksi, Karina Dawud (40) mengatakan, dirinya memang mengetahui adanya rencana aksi tersebut, namun tidak tahu aksi unjuk rasa tersebut itu untuk apa.

"Dari rumah memang tau ada demo, tapi tidak tahu itu demo apa, karena memang kita kan sering ada kegiatan, disuruh kumpul-kumpul ya saya ikutan saja," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di Mapolres Indramayu, Kamis (19/9/2019).

Ditemukan Tiner di Dalam Replika Keranda Mayat, Aksi Penolakan Revisi UU KPK di Indramayu Dibatalkan

Polres Indramayu Interogasi Dua Orang Penyelundup Tiner di Keranda Saat Demo Tolak Revisi UU KPK

Dia menjelaskan, ia berangkat dari rumah bersama 6 orang rekan lainnya yang masih merupakan anggota Wadon Dermayu Ora Meneng sekaligus Koalisi perempuan indonesia (KPI) Cabang Indramayu.

Mereka disuruh mengenakan pakaian serba hitam oleh koordinator. Adapun untuk tujuan aksi itu mereka tidak tahu apa-apa.

Lanjut dia, segala bentuk atribut unjuk rasa seperti spanduk yang memuat beragam tulisan serta keranda mayat baru diketahui Karina Dawud saat pagi tersebut sebelum aksi berlangsung.

Saat disinggung apakah koordinator unjuk rasa menjanjikan sesuatu kepada para peserta, dirinya mengelak. Mereka datang mengikuti aksi hanya karena dasar solidaritas antar anggota

Sementara itu, Kapolres Indramayu, AKBP M. Yoris MY Marzuki mengimbau kepada ibu-ibu tersebut, apabila dimintai untuk mengikuti unjuk rasa jangan asal ikut tanpa mengetahui alasan jelas dibalik aksi tersebut.

Jangan sampai, karena ketidaktahuan justru menjerumuskan mereka kepada hal-hal negatif.

"Ibu tahu tidak kalau misal aksi bakar keranda ini benar terjadi, terus ibu luka-luka mau tidak? Lebih baik ibu di rumah saja urus urusan rumah tangga mungkin kejadiannya tidak seperti ini," ucap dia.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved