Peringati Hari Perhubungan Nasional, Momentum Peningkatan Transportasi Publik di Jabar

Peringatan Hari Perhubungan Nasional tingkat Provinsi Jawa Barat yang tahun ini digelar di Kabupaten Bekasi

Peringati Hari Perhubungan Nasional, Momentum Peningkatan Transportasi Publik di Jabar
Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui sejumlah media seusai menjadi Inspektur Upacara pada Uacara Hari Perhubungan Nasional yang gelar di lapangan Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kamis (19/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peringatan Hari Perhubungan Nasional tingkat Provinsi Jawa Barat yang tahun ini digelar di Kabupaten Bekasi, menjadi momentum bagi pemerintah untuk terus meningkatan pelayanan kepada masyarakat di bidang transportasi, salah satunya meningkatkan pembangunan transportasi publik.

Dalam Upacara Hari Perhubungan Nasional yang gelar di lapangan Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kamis (19/9/2019), tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai Inspektur Upacara mengatakan pemerintah pun tengah ngabret membangun infrastruktur transportasi publik di Jawa Barat.

"Kita terus kembangkan yang namanya transportasi massal, baik bus maupun LRT yang sedang diproses lelang investasinya, yang dalam waktu dekat akan hadir di masa kepemimpinan kami," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini dalam sambutannya.

Jika Pilpres Digelar Hari Ini, 18 Persen Warga Jabar Pilih Prabowo Subianto, Ridwan Kamil 7 Persen

Muluskan RUU Revisi, Benarkah Jokowi Terganggu oleh KPK? Fahri, Istana dan Pengamat Beda Pendapat

Langkah yang terpenting yang harus dilakukan, katanya, pemerintah harus terus memotivasi warga untuk menggunakan transportasi publik. Terlebih, katanya, pihaknya bersama pemerintah pusat tengah menggenjot pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, LRT Bandung Raya, sampai reaktivasi sejumlah jalur kereta api di Jawa Barat.

"Dalam teori tata kota tata wilayah, kalau kita hanya mengandalkan pergerakan dengan kendaraan pribadi, kita hanya menunggu beban masalah itu akhirnya mencapai puncaknya lagi. Nanti macet lagi, jalan dilebarkan lagi, macet lagi. Mari kita dukung inovasi-inovasi yang sifatnya adalah untuk transportasi publik," katanya.

Emil mengatakan di semua negara maju, bisa disaksikan bahwa 70 persen warganya menggunakan transportasi publik dan 30 persen menggunakan kendaraan pribadi. Namun hari ini di Indonesia, katanya, masih terbalik. Mayoritas masih menggunakan kendaraan pribadi, minoritas menggunakan transportasi publik.

Peringatan Hari Perhubungan Nasional, katanya, dimaknai sebagai momentum untuk merenungkan kembali kinerja pemerintah dan berbagai peristiwa yang terjadi di sektor perhubungan, serta menyatukan persepsi dan tekad lapisan pemerintahan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Oleh karena itu, saya menyambut baik tema Hari Perhubungan Nasional tahun 2019 ini yaitu 'Merajut Nusantara Membangun Bangsa, Bakti Nyata Insan Perhubungan untuk Indonesia Unggul Indonesia Maju' untuk mempresentasikan bagaimana seluruh elemen Kementerian Perhubungan dan seluruh stakeholder bersama-sama secara nyata membangun konektibilitas yang sinergi guna mewujudkan transportasi yang berkeselamatan bagi seluruh masyarakat pengguna transportasi di seluruh indonesia," katanya.

Hari Perhubungan Nasional ini, katanya, harus dimaknai bahwa sektor perhubungan adalah sektor yang terpenting dalam pembangunan di Indonesia dan di Jawa Barat khususnya. Jawa Barat yang mengantongi 60 persen manufaktur atau industri nasional, katanya, menandakan investor sangat nyaman dengan kualitas fasilitas infrastruktur perhubungan yang melancarkan bisnis dan investasi mereka di sini Jabar.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved