Kejari Cianjur Telah Kembalikan Uang Kerugian Negara Sebesar Rp 1 M terkait 3 Kasus yang Ditangani

Dari tiga kasus tindak pidana korupsi yang ditangani, Kejari Cianjur telah berupaya mengembalikan kerugian negara dari para terdakwa sebesar Rp 1 M

Kejari Cianjur Telah Kembalikan Uang Kerugian Negara Sebesar Rp 1 M terkait 3 Kasus yang Ditangani
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kepala Seksi Pidana Khusus Tjut Fani bersama Tim JPU Ema Siti Huzaemah Ahmad saat ditemui di Kejari Cianjur, Kamis (19/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Dari tiga kasus tindak pidana korupsi yang ditangani, Kejaksaan Negeri Cianjur telah berupaya mengembalikan kerugian negara dari para terdakwa sebesar Rp 1 miliar.

Kepala Seksi Pidana Khusus Tjut Fani bersama Tim JPU Ema Siti Huzaemah Ahmad dan Mali Diaan, mengatakan pengembalian kerugian negara dari tiga kasus korupsi bervariatif.

Ada yang mengganti kerugian negara secara penuh, ada setengahnya, dan ada juga yang hanya mengganti kerugian sebesar 25 persen.

Luncurkan Situs Resmi, Kejari Cianjur Segera Luncurkan Ali Bajigur

Persiapan DOB Kota Cipanas Jadi Agenda Pembahasan Anggota Dewan Baru di Fraksi

Kesal terhadap Anak Kandung, Seorang Ibu Muda di Bogor Membunuh Anak Tirinya

Seperti kasus terbaru dari tindak pidana korupsi penyalahgunaan bantuan siswa miskin yang melibatkan kepala SMKN 1 Cikalongkulon.

"Kemarin kami langsung setor ke rekening kas negara melalui bank BRI Cabang Cianjur Jalan dr Sucipto," ujar Tjut Fani, Kamis (19/9/2019).

Ia mengatakan, uang yang disetor hanya 25 persen dari total kerugian negara sebesar Rp 419.685.900, dalam kasus korupsi BSM SMKN 1 Cikalongkulon tahun anggaran 2015 tersebut.

"Jadi ada sisa kerugian negara sebesar 309.685.900 juta," katanya.

Vizcarra Angkat Bicara Soal Persib Bandung Ditahan Imbang 1-1 oleh Semen Padang

Ini Alasan Robert Mengganti Ghozali oleh Ezechiel di Awal Babak Kedua Persib Bandung vs Semen Padang

Sederet Blunder Ezechiel saat Persib Bandung vs Semen Padang, Bobotoh Pun Teriak Eze Out

Tim JPU, Ema Siti Huzaemah Ahmad, mengatakan, yang menyerahkan penggantian uang negara adalah anak kandung dari terdakwa MAW (60).

"Ia didampingi oleh pengacara dan kami berangkat bersama menyetor ke kas negara kemarin," kata Ema.

Ia mengatakan, pengembalian kerugian negara tidak menghapus kejahatan korupsi yang telah terbukti.

Hal tersebut diatur dan ada di pasal 4 UU Tindak Pidana Korupsi.

"Jadi tergantung dari kesadaran masing masing terdakwa dan upaya dari tim JPU Kejaksaan. Sejauh ini dalam penanganan tindak pidana korupsi kami telah mengupayakan agar terdakwa mengembalikan kerugian negara, dari tiga kasus ada sekitar Rp 1 miliar yang telah disetor," katanya.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved