Mati Listrik di Jabar dan Jakarta

Mabes Polri Sudah Tahu Penyebab Mati Listrik di Pulau Jawa, Agustus Lalu, Sabotase atau Human Error?

Mabes Polri mengungkap dugaan sementara penyebab gangguan pasokan listrik yang melanda wilayah Jabodetabek dan sekitarnya sejak Minggu (4/8) siang.

Mabes Polri Sudah Tahu Penyebab Mati Listrik di Pulau Jawa, Agustus Lalu, Sabotase atau Human Error?
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Permukiman warga Jakarta difoto dari Rusun Karet Tengsin terlihat gelap gulita hanya gedung perkantoran dan apartemen yang terang, Minggu malam (4/8/2019). Aliran listrik di Banten, Jabodetabek hingga Bandung terputus akibat adanya gangguan pada sejumlah pembangkit di Jawa. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Polri mengklaim pihaknya bersama PT PLN telah selesai melakukan investigasi perihal gangguan listrik (blackout) yang terjadi di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, Minggu (4/8) silam.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan hasil tersebut akan segera diumumkan oleh pihaknya.

Namun ia tak merinci kapan pengumuman itu dilakukan.

"Sudah selesai (investigasi). Tinggal nunggu, nanti diumumkan," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019).

Sekedar informasi, tim investigasi Bareskrim-PLN sedianya akan mengungkap diagnosa awal terkait penyebab gangguan listrik pada Jumat (16/8).

Namun hingga Selasa (17/9), kepolisian masih belum mengumumkan hasil penyelidikan kasus tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Mabes Polri mengungkap dugaan sementara penyebab gangguan pasokan listrik yang melanda wilayah Jabodetabek dan sekitarnya sejak Minggu (4/8) siang.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan tim Kriminal Khusus dari Polda Jawa Tengah telah melakukan pengecekan TKP di Tower Transmisi di Desa Malom, Gunung Pati, Kabupaten Semarang.

"Kerusakan diduga sementara adanya pohon yang ketinggiannya melebihi batas Right Of Way (ROW), sehingga mengakibatkan flash atau lompatan listrik," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019).

Dari dugaan sementara, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menyebut tak diketemukan faktor human error ataupun unsur sabotase.

Sejauh ini, kata dia, gangguan diduga disebabkan oleh faktor alam dan teknis.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved