Guru PAUD hingga SMA di Kota Bandung Minimal Harus S1, Kalau Bukan Sarjana Bakal Dicoret

Para guru di Kota Bandung mulai PAUD sampai SMA harus berpendidikan minimal Sarjana S1, jika tidak berijazah S1

Guru PAUD hingga SMA di Kota Bandung Minimal Harus S1, Kalau Bukan Sarjana Bakal Dicoret
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para guru di Kota Bandung mulai PAUD sampai SMA harus berpendidikan minimal Sarjana S1, jika tidak berijazah S1 akan dicoret dari daftar Data Pokok Pendidik (Dapodik).

"Pemerintah Kota Bandung menargetkan semua guru di Bandung berpendidikan S1 dengan cara memberikan subsidi pendidikan kepada guru yang belum sarjana," ujar Kepala Bidang P3TK Disdik Kota Bandung Edy Suparjoto saat acara Bandung Menjawab, Selasa (17/9/2019).

Menurut Edy, guru harus sarjana guna memenuhi janji wali kota lewat Bandung Unggul, makanya dianggarkan untuk biaya pendidikan guru.

Anggaran untuk pendidikan guru dialokasikan di tahun 2020 secara bertahap sampai 2023.

Menurut Edy, di Kota Bandung masih ada 600 guru Aparatur Sipil Negara (ASN) belum sarjana, dan guru swasta ada 3.000 guru belum sarjana.

Ezechiel N Douassel Enggak Pulang-pulang, Omid Nazari Pun Diragukan Main Lawan Semen Padang

"Tahun 2023 jika tidak tercatat di Dapodik maka pengajar tidak bisa lagi menggunakan profesinya. Untuk tercatat di Dapodik kualifikasi guru minimal harus S1 dan bersertifikasi," ujarnya.

Disdik minta kepada seluruh guru baik negeri ataupun swasta agar memiliki kualifikasi guru minimal S1.

Disdik Kota Bandung tahun 2020, akan memberikan beasiswa bagi guru sebanyak 150 Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK).

"Sebetulnya sudah lama target untuk standarisasi S1 itu sejak adanya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) Pasal 82 Ayat (2), dan pada tahun 2015 merupakan batas akhir atau deadline karena telah 10 tahun sejak UU tersebut diberlakukan masih belum terealisasi. Hingga akhirnya tahun 2023 nanti merupakan batas akhir dari toleransi untuk para guru mendapatkan gelar S1," tuturnya.

Meminum Kopi Jantan, Marya Malah Keracunan, Paginya Sulit Bicara dan Kaki Lemas

Sementara itu ada anggaran sebesar Rp 30 miliar untuk beasiswa kepada mahasiswa berprestasi. Anggaran tersebut diproyeksikan untuk diberikan kepada 5.000 orang.

Salah satu syarat calon penerima beasiswa yaitu pernah berprestasi pada kegiatan kementerian seperti O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional), OSN (Olimpiade Sains Nasional) dan sebagainya.

Saat ini Disdik Kota Bandung tengah memproses pemberkasan calon penerima beasiswa. Targetnya, pada triwulan IV 2019 ini, beasiswa sudah bisa tersalurkan kepada para mahasiswa berprestasi masing masing mendapat Rp 6 juta.

Penulis: Tiah SM
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved