Viral di Media Sosial
Sakit Hati Lihat Wajah Sang Ayah Bengkak Babak Belur Dipukul Geng Motor di Cimahi, Anak Curhat Pilu
Seorang anak mencurahkan kekesalannya, ia sakit hari wajah sang ayah bengkak babak belur dipukul Geng Motor tak bertanggung jawab di Cimahi
Seorang anak mencurahkan kekesalannya, ia sakit hari wajah sang ayah bengkak babak belur dipukul Geng Motor tak bertanggung jawab di Cimahi
TRIBUNJABAR.ID - Seorang anak curhat di media sosial Twitter tentang ayahnya yang babak belur dipukuli geng motor, Minggu (15/9/2019).
Dalam cuitan sang anak di Twitter, ia menyebut bahwa ia merasa sangat sakit hati dan sedih begitu pulang melihat wajah ayahnya babak belur, bengkak dan berdarah-darah.
Cuitan akun Twitter sang anak, @AtuiAtuy tersebut viral dan banyak diretwet hingga 17 ribu dan like sebanyak 13 ribu, hingga Senin (16/9/2019).
"Lemes selemes lemesnya denger kabar tadi malem bapa sendiri di pukulin sama geng motor di daerah cimahi, si mama bilang katanya mereka minta uang ke bapa saya, mereka ga mikir gitu ya gimana kalau orang tua mereka di perlakukan sama kaya mereka memperlakukan bapa saya?" tulis sang anak, @AtuiAtuy, Minggu (15/9/2019).
• Baru Dilantik Bulan Lalu, Anggota DPRD Kota Bandung Ini Ditahan Polisi karena Dugaan Korupsi
Sementara itu, dari narasi yang disebutkan akun @AtuiAtuy, bahwa pemilik akun tersebut merupakan anak korban dari bapak yang mengalami kekerasan tersebut.
"Sedih iya, emosi iya, campur aduk parah pokonya, saya cuman berharap semoga orang tua mereka di perlakukan sama oleh orang lain seperti mereka memperlakukan bapa saya," tulisnya.
"Supaya mereka ngerasain gimana sakit hatinya ngeliat orang tua sendiri babak belur kaya gitu," katanya lagi.
Pemilik akun @AtuiAtuy menyebutkan kejadian menimpa ayahnya itu terjadi sebelum jalan jembatan layang Cimindi, Kota Cimahi, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
Ia pun menyebutkan ayahnya itu rencananya mau pulang ke daerah Rancaekek, lalu tiba-tiba di lokasi kejadian, ayahnya dipukuli dan dikeroyok oleh enam orang.
• Claudia Immanuella Lolos Audisi The Voice, Begini Kata Guru Musiknya di SMA BPK Penabur Cirebon
Hingga berita ini dituliskan, tribunjabar.id belum mendapat pemilik akun @AtuiAtuy belum bisa dikonfirmasi.
Kasus serupa, sebuah video penganiayaan seorang guru wanita oleh dua wanita viral di media sosial.

Dari salah satu akun Instagram yang memposting video tersebut, @ndrobeii, tampak guru berbaju putih dipukuli oleh dua wanita.
Awalnya, tampak seorang wanita marah-marah di dalam kelas sambil menunjuk seorang siswa.
Dari video itu terdengar wanita ini marah ke siswa tersebut karena berkelahi dengan anaknya.
Seorang guru yang berada di dalam kelas mencoba melerai. Namun, tiba-tiba dua wanita yang juga sejak tadi berada di dalam kelas tiba-tiba memukuli guru tersebut.
• Janin Manusia Ditemukan di Tumpukan Sampah di Braga Kota Bandung
Dari caption video, peristiwa itu terjadi di SD Pabangiang, Gowa, Sulawesi Selatan.
Guru SD Negeri pa'bangiang jalan Andi tonro, kecamatan somba Opu, kabupaten Gowa bernama Astiah harus mengalami sejumlah, usai dikeroyok oleh orang tua siswa.
Anaknya kemaren berkelahi dengan sesama siswa, Tapi ini orang tua tidak terima. Padahal sudah di damaikan, Ungkap Astiah saat melaporkan kasus pengeroyokan yang dialami di polsek Somba Opu.
Rabu (04/09/2019) Dia menjelaskan, jika pengeroyokan yang dialaminya ini berawal saat anak dari orang tua bersangkutan berkelahi dengan sesama siswa.
Terpisah kepala sekolah SD Negeri pa'bangiang Nurjannah mengaku jika pihaknya tidak terima dengan tindakan orang tua siswa tersebut.
Kasus ini kita akan bawa ke rana hukum, kami juga akan mengeluarkan siswa yang bersangkutan dari sekolah " tegasnya ! . Sc T and T A post shared by NDOROBEII (@ndorobeii) on Sep 4, 2019 at 10:59pm PDT
Klik Video di Instagram di bawah ini:
Saat dihubungi, Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (4/9/2019).
Dari hasil penyidikan yang dilakukan, dua pengeroyok guru berinisial NV (20) dan APR (17). Keduanya diketahui merupakan kakak beradik.
Shinto menjelaskan, kejadian itu dilatarbelakangi atas emosi keduanya setelah menerima informasi bahwa adik mereka bertengkar dengan sesama murid di dalam kelas.
"Yang kami sayangkan, informasi pertengkaran antar murid ini direspons secara tidak etis oleh kedua pelaku bersama seorang perempuan lainnya.
Mereka mendatangi sekolah dan masuk ke dalam kelas, menjewer murid yang menjadi lawan adik pelaku dan membawanya ke ruang guru. Sehingga menimbulkan keributan baik dalam ruang guru hingga ruang kelas," ujar Akbp Shinto, melalui keterangan resmi yang diterima, Kamis (5/9/2019).
• VIRAL ABG di Cianjur Bakar Motor Sendiri, Setelah Polisi Tanya STNK dan Bicara Sama Orangtuanya
Shinto menyayangkan penyerangan terjadi di depan para siswa.
Setelah mendapatkan laporan, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap dua pelaku pengeroyokan tersebut.
Saat ini keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 170 (1) KUHPidana dengan ancaman pidana minimal 7 tahun penjara.
Polisi menetapkan NV (20) dan APR (17), dua wanita pelaku penganiayaan guru SD Pabangiang, Gowa, Sulawesi Selatan sebagai tersangka.
Kedua pelaku diketahui merupakan kakak beradik.
• Viral Parah, Wanita Diminta Beri Bukti Keperawanan oleh Tunangan, Dokter Buat Pengakuan di Twitter
"Polres Gowa akan terus melakukan pengembangan dengan kejadian ini, seiring dengan dua tersangka yang telah diamankan atas aksi penyerangan terhadap seorang guru di dalam kelas," ujar Shinto Silitonga, seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (5/9/2019).
Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 170 (1) KUHPidana dengan ancaman pidana minimal 7 tahun penjara. Shinto mengatakan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dari kasus tersebut.
Ditambahkan Shinto, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru atas kasus itu.
"Tentunya, kami juga tak menutup kemungkinan adanya tambahan tersangka dengan peristiwa yang berbeda dalam satu rangkaian kejadian ini. Sesuai dengan laporan polisi yang diterima nanti," ucap Shinto.