Persib Bandung

Pemainnya Dilempari Batu hingga Berdarah, PT PBB Layangkan Surat Protes ke PT LIB, Ini 4 Tuntutannya

Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) secara resmi melayangkan surat keberatan kepada PT Liga Indonesia Baru

Pemainnya Dilempari Batu hingga Berdarah, PT PBB Layangkan Surat Protes ke PT LIB, Ini 4 Tuntutannya
Kolase Tribun Jabar (Instagram/persib_official)
FOTO DAN VIDEO Bus Persib Bandung dilempar batu besar yang bikin Omid Nazari dan Febri Haryadi berdarah. 

+6282117341xxx :

"Dgn kejadian di Pakansari Bogor ini menunjukkan Persib bdg sudah tdk lagi di idolakan di seluruh jawa barat ini sedikitnya krn ulah bobotohnya yg tak di senangi masyarakat"

+6281224466xxx :

"Laksar laksar Maung bandung jangan kira perjuagan mu selesia sekarang masih ada 16 Pertandingan lagi hanya semangat juang yang tinggi dan bekerja lebih keras lagi ! sekali lagi tanpa bekerja keras di lapang Mustahill persib bisa masuk lima besar apa yang kata kan Tuan Menejer persib . sukadana cimaung "

+6285624662xxx :

"Kunaon hampir semua tim kalau berhadapan dengan Persib pura‑pura pada jatuh? Anak kecilpun bisa jawab semutpun tertawa ini pingin dikasih hadiah finalti berarti ini permainan tidak sportip(Eyang Abah)"

+6281220595xxx :

" Prsib bakal jalan di tmpat , takan ada perubahan sikniikn ,alasan pertama , taberani mnurunkan pemaen muda selalau telat ganti pemaen ta biasa meliat cepat mana pemaen yg harus di ganti, prediksi hanya sampai urutan 8"

+6285220946xxx :

"Henhen kamu ngumpan teh goreng, loba salah ngumpan teu akurat, si Febri deuih maenteh euweuh kamajuan paingan kamari ku PSSI teu dimaenkeun, cing atuh lalatihan sing bener ameh aya tempoeunna."

Erwin Lihat Pelaku

Aksi Erwin Ramdani  pemain Persib Bandung saat menjamu Borneo FC, pada laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2019, di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (14/8/2019). Erwin Ramdani dimasukan pada menit 83 menggantikan Ghozali.
Aksi Erwin Ramdani pemain Persib Bandung saat menjamu Borneo FC, pada laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2019, di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (14/8/2019). Erwin Ramdani dimasukan pada menit 83 menggantikan Ghozali. (Tribun Jabar/Deni Denaswara)

Atas insiden terjadi setelah pertandingan Liga 1 2019 antara PS Tira Persikabo menghadapi Persib Bandung, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/9/2019), gelandang Persib Bandung Erwin Ramdani, mengaku sempat melihat seorang pelaku.

Dilansir dari laman resmi klub, Minggu (15/9/2019), Erwin Ramdani mengaku sempat mengenali ciri-ciri pelaku pelempar batu ke bus Persib Bandung.

Dikatakannya, pelaku menggunakan jaket abu-abu, sebelum melakukan pelemparan pelaku berdiri di trotoar.

"Ada orang pakai baju atau jaket abu-abu. Dia menunggu di trotoar sebelah kanan. Saya lihat pas dia lempar dan lari setelah melempar batunya," ujar Erwin Ramdani.

Akibatnya dua pemain Persib Bandung yaitu, Omid Nazari dan Febri Hariyadi mendapat luka cukup serius akibat lemparan batu itu.

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, memperhatikan kaca bus yang hancur.
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, memperhatikan kaca bus yang hancur. (PERSIB.CO.ID)

Kaca bagian sisi kanan bus pun meninggalkan lubang besar akibat lemparan batu oleh oknum suporter

Rombongan tim Persib Bandung pun sempat tertahan di lokasi stadion sebelum akhirnya bisa keluar dari kerumunan massa.

Panitia pelaksana (Panpel) PS Tira-Persikabo pun sempat menginformasikan kepada seluruh jajaran tim ofisial Persib Bandung bahwa di luar stadion sempat terjadi bentrokan suporter.

Persib Bandung baru saja menghadapi PS Tira Persikabo pada pekan ke-18 Liga 1 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/9/2019).

Dalam pertandingan itu, Persib Bandung hanya sanggup bermain imbang 1-1 dan berhak membawa pulang satu poin.

Satu gol Persib Bandung disumbangkan oleh Nick Kuipers menit ke- 45+2 dan tuan rumah PS Tira Persikabo dicetak oleh Osas Saha menit ke-16 melalui penalti. (BolaSport.com)

Umuh Muchtar
Umuh Muchtar (Tribun Jabar)

Pesan Umuh untuk Bobotoh

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, mengimbau kepada bobotoh untuk tak melakukan aksi balasan terkait kejadian bus Persib Bandung dilempar batu.

Seperti diketahui bus Persib Bandung dilempar batu ketika semua skuat Maung Bandung di dalam bus untuk menuju hotel seusai pertandingan melawan Tira Persikabo, Sabtu (14/9/2019).

Umuh Muchtar tidak ingin, para pemain menjadi korban dari aksi balas dendam yang dilakukan oleh suporter.

"Jangan saling membalas. Biar mereka malu kalau kita tidak membalas. Kita secara manusiawi. Kalau kita balas dendam ga ada akhirnya. Yang korban pemain lagi. Antar pemain kan gak ada masalah. saling berlangkulan," ujar Umuh kepada awak media di Hotel Harris Sentul City, Bogor, Sabtu (14/9/2019).

Selain itu, Umuh belum mengetahui siapa yang melakukan pelemparan batu kepada bus Persib.

Namun, rencananya, Persib menyiapkan laporan kepada PT LIB selaku operator kompetisi terkait kejadian ini.

"Ya harus. PSSI harus tahu. Ini sudah jelas ada visumnya," ucapnya.

Cerita Umuh soal Kejadian Pelemparan

Bus Persib Bandung dilempari orang tak dikenal - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar
Bus Persib Bandung dilempari orang tak dikenal - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar (Kolase Tribun Jabar)

Para pemain Persib Bandung mengalami hal tak menyenangkan usai pertandingan menghadapi Tira Persikabo di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (14/9/2019).

Pasalnya, bus Persib dilempari batu yang menyangkut para pemain dari stadion menuju hotel, terkena lemparan batu oleh orang tak dikenal.

Alhasil, dua penggawa Maung Bandung, Omid Nazari, dan Febri Hariyadi mengalami luka di bagian wajah.

 Ngerinya Video Kecelakaan Maut Tol Jagorawi, Foto-foto Mayat Tergeletak di Aspal

 Buat Jokowi, Yusril Nilai Penyerahan Mandat Pimpinan KPK Bisa Jadi Jebakan?

 Dekat dengan BJ Habibie, Reza Rahadian Kini Bocorkan Wasiat Terakhir Semuanya Soal Ini

Bahkan, Omid Nazari harus dilarikan ke rumah sakit karena lukannya terus mengeluarkan darah.

Manajer Persib, Umuh Muchtar, menjelaskan kondisi di dalam bus ketika mendapat lemparan batu.

Umuh mengatakan bahwa dirinya berada di dalam bus pada saat pelemparan terjadi.

"Saya ada di kursi depan. Di sebelah kiri pelatih. (tiba-tiba) Jebret. Mobil sempat berhenti," ujar Umuh kepada awak media Hotel Harris Sentul City, Bogor, Sabtu (14/9/2019).

Pihak kemanan kata Umuh sempat memberhentikan bus sesaat setelah terjadi pelemparan.

Namun, pihaknya meminta untuk terus melaju ke hotel demi menghindari hal yang lebih parah.

"Cuma (instruksi) dari keamanan maju terus, jadi ya kami maju. Kalau kami berhenti takutnya makin parah. Lemparan juga sampe atas," katanya. (Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha)

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved