Benarkah Styrofoam Berbahaya bagi Makanan? Begini Penjelasan Lengkapnya

Dua tahun terakhir banyak beredar informasi bahwa styrofoam yang selama ini digunakan sebagai kemasan makanan

Tribunjabar/Putri Puspita Nilawati
Presiden Direktur PT Trinseo Material Indonesia, Hanggara Sukandar (kemeja putih) saat edukasi di kelas kreatif limbah styrofoam 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dua tahun terakhir banyak beredar informasi bahwa styrofoam yang selama ini digunakan sebagai kemasan makanan tidak boleh digunakan karena berbahaya bagi kesehatan dan menjadi masalah dalam lingkungan.

Selain itu pemerintah Kota Bandung telah melarang penggunaan plastik untuk digunakan di pasaran. Adanya kabar yang beredar ini membuat pedagang mengganti bahan styrofoam dengan kemasan lainnya.

Isu lingkungan dan masalah sampah plastik yang menjadi bahan perbincangan saat ini menjadi banyak perhatian masyarakat saat ini.

Masalah sampah memang tak hanya menjadi perhatian pemerintah, tetapi masyarakat pun harus ikut andil untuk memerangi sampah plastik ini.

Namun pada kenyataanya, penggunaan plastik memang bukanlah hal yang mudah untuk dihindari.

Berbagai produk rumah tangga yang biasa digunakan sehari-hari terbuat dari bahan plastik.

Robert Rene Katakan Persib Nantikan Laga Lawan Tira Persikabo, Maung Bandung Siap Lumat Tuan Rumah

Presiden Direktur PT Trinseo Material Indonesia, Hanggara Sukandar mengatakan perusahaan yang fokus menjadi produsen plastik, lateks, dan karet ini memiliki komitmen untuk menjaga lingkungan secara lokal dan global.

"Selama Ini stigma masyarakat salah jika bilang styrofoam itu berbahaya. Sebetulnya yang bahaya itu adalah zat stiren, dimana stiren adalah bahan baku untuk membuat polisterin. Ketika diolah itu akan berubah 180 derajat dan akan berbeda," ujar Hanggara saat ditemui di sela kegiatan kreatif mengolah limbah styrofoam di SD Taruna Bakti, Jalan L.L RE Martadinata No 52, Kamis (13/9/2019).

Ia mengatakan jika Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah meneliti jika residu yang berada di styrofoam ini mengandung 10-42ppm, sedangkan residu yang berbahaya bagi kesehatan manusia itu berjumlah 5.000 ppm.

Halaman
12
Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved