54 Petani Muda Indonesia Dikirim ke Taiwan, Mereka Diharapkan Jadi Wiraswasta dan Praktisi Pertanian

Puluhan petani muda yang dikirim ke Taiwan tersebut berusia antara 21 tahun hingga 36 tahun.

54 Petani Muda Indonesia Dikirim ke Taiwan, Mereka Diharapkan Jadi Wiraswasta dan Praktisi Pertanian
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mengirim 54 petani muda ke Taiwan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG- Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian ( BPPSDMP ) mengirim 54 petani muda ke Taiwan.

Puluhan petani muda yang dikirim ke Taiwan tersebut berusia antara 21 tahun hingga 36 tahun.

BPPSDMP mengirim petani muda untuk magang dan menimba ilmu tentang budidaya tanaman pangan dan holtikultura selama 1 tahun hingga 2 tahun.

Targetnya, para petani milenial dari berbagai wilayah Indonesia bisa menjadi pengusaha dan praktisi pertanian sepulang dari Taiwan.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan petani muda itu juga ditargetkan bisa menjadi praktisi di perusahaan agrobisnis di Indonesia.

"Dengan begitu mereka bisa menghasilkan produktivitas tinggi yang nantinya menguntungkan perusahaan. Jadi itu target kami memberangkatkan mereka ke Taiwan," ujarnya di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Jumat (13/9/2019).

Harga Tomat Anjlok, BPP Juntinyuat Indramayu Alihkan Para Petani Tanam Tanaman Ini

BBPP Lembang Sebut Indonesia Sudah Kehilangan 6 Juta Petani

Ketika magang di Taiwan, mereka akan mendalami sistem pertanian dan teknologi yang nanti diaplikasikan di Indonesia karena Taiwan merupakan negara pengekspor komoditas pertanian dengan produktivitas dan kualitas yang tinggi.

"Jadi ketika mereka pulang dari Taiwan bisa menjadi praktisi pertanian, berwirausaha dan harus usaha pertanian sesuai ilmu yang dipelajari," katanya.

Dari 54 petani milenial itu, di antaranya berasal dari Provinsi Jawa Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Sumatra Utara, Bali, NTT, dan Sulawesi Tenggara yang memang sudah siap untuk diberangkatkan ke Taiwan.

"Mereka ke Taiwan untuk meningkatkan kapasitas, kemampuan dan pengalaman bagaimana bertani yang baik. Bukan hanya memelihara atau memproduksi pertanian, tapi juga bagaimana mengemas hingga menjual produk dengan baik," kata Dedi.

Ia mengatakan, saat ini Indonesia hanya bisa mengeksport tenaga manusia terlatih seperti petani milenial tapi ke depan diharap Indonesia bisa mengekspor hasil pertanian.

"Pada saatnya nanti, Indonesia juga harus bisa mengekspor segala hasil pertanian yang dihasilkan petani dalam negeri," katanya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved