Satpol PP Segel CV Solvi Indonesia di Kabupaten Purwakarta, Usaha Garmen Tak Sesuai Izin

Satpol PP Kabupaten Purwakarta menyegel CV Solvi Indonesia di Jalan Militer, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Kamis (12/9/2019).

Satpol PP Segel CV Solvi Indonesia di Kabupaten Purwakarta, Usaha Garmen Tak Sesuai Izin
Istimewa
Proses penyegelan CV Solvi Indonesia yang berada di Jalan Militer, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta,¬†Kamis (12/9/2019)¬† 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA-  Satpol PP Kabupaten Purwakarta menyegel CV Solvi Indonesia di Jalan Militer, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Kamis (12/9/2019).

Manajemen CV Solvi Indonesia tak melakukan penolakan terhadap penyegelan tempat usaha tersebut.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum), Dedeh Sopiah, mengatakan perusahaan itu tidak sesuai surat izin rekomendasi awal yakni untuk gudang.

Karena itu, pihaknya menyegel CV Solvi Indonesia sesuai surat perintah SP/824/2866 tertanggal 10 September 2019.

"Ternyata disalahgunakan untuk garmen, dengan karyawan kurang lebih 309 pekerja yang bekerja di bawah upah minimum regional (UMR)," ujar Dedeh saat dikonfirmasi Tribun Jabar di Kabupaten Purwakarta, Kamis (12/9/2019).

Menurutnya, penyegelan CV Solvi Indonesia dilakukan 25 petugas Satpol PP.

Kemarau, Warga Cantilan Purwakarta Manfaatkan Kubangan Air Sungai Ciwaru untuk Kebutuhan Sehari-hari

Kapolres Jamin Keamanan dan Kenyamanan Pelajar Asal Papua Saat Menempuh Pendidikan di Indramayu

Hadir juga perwakilan Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP), Badan Lingkungan Hidup Purwakarta, bagian Hukum Setda Purwakarta, PPNS, camat, serta kepala desar setempat. 

Secara terpisah, Camat Darangdan Ade Sumarna mengkonfirmasi penutupan sementara perusahaan tersebut oleh Satpol PP sekitar pukul 10.30 WIB.

"Perusahaan ini adalah cabang CV Solvi Indonesia yang berada di Citapen Sukatani," katanya.

Ia mengatakan CV Solvi Indonesia yang berada di Jalan Militer itu berdiri sejak tahun lalu, 2018.

Ade menyebut perwakilan manajemen CV Solvi Indonesia menerima penutupan sementara itu dan menandatangani berita acara.

Meski begitu, dia menekankan kepada pengusaha dan instansi terkait agar bisa memfasilitasi pekerja yang sebagian besar warganya itu agar bisa kembali bekerja.

"Harus bisa menanggung risiko. Hak-hak pekerja agar bisa difasilitasi karena warga tidak tahu-menahu. Antisipasinya apakah dipekerjakan di Sukatani," katanya.

Menurutnya, ratusan pekerja di CV Solvi Indonesia di Jalan Militer itu mayoritas warga Darangdan dan Bandung Barat.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved