Lulusan STIKes Dharma Husada Bandung Harus Jadi Solusi Permasalahan Kesehatan di Masyarakat

STIKes Dharma Husada Bandung mewisuda 589 orang lulusannya dari berbagai program studi di Gedung Sabuga ITB, Rabu (11/9/2019).

Lulusan STIKes Dharma Husada Bandung Harus Jadi Solusi Permasalahan Kesehatan di Masyarakat
Tribun Jabar/Cipta Permana
Ketua STIKes Dharma Husada Bandung, Dr. Hj. Suryani Soepardan MM menyalami salah seorang wisudawan dalam kegiatan prosesi wisuda XVI di Gedung Sabuga ITB, Jalan Tamansari, Kota Bandung. Rabu (11/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana
  
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Dharma Husada Bandung mewisuda 589 orang lulusannya dari berbagai program studi di Gedung Sabuga ITB, Rabu (11/9/2019).

Ratusan lulusan yang menjalani prosesi wisuda XVI itu dari Program Studi Diploma (D3) Keperawatan, Keperawatan kelas rekognisi pembelajaran lampau atau akselerasi, refraksi optisi, dan kebidanan; Sarjana (S1) Kesehatan dan Keperawatan; Magister (S2) Terapan Kebidanan; serta program profesi Ners.

Ketua STIKes Dharma Husada Bandung, Dr. Hj. Suryani Soepardan MM mengatakan, para lulusan telah mendapatkan pembekalan baik hard skill maupun soft skill di bidang kesehatan yang dapat di aplikasikan dalam kebermanfaatan kehidupan di masyarakat yang sesuai dengan pengamalan tri dharma pergururan tinggi.

MU Mewisuda 140 Mahasiswa, Valia Zadtyva Raih IPK Tertinggi, 32 Persen Lulusan Sudah Pasti Bekerja

BJ Habibie Sempat Ungkap Keinginannya yang Bisa Membuatnya Menutup Mata sambil Tersenyum

Foto-foto Situasi di Rumah Duka BJ Habibie, Jokowi Datang dan Langsung Lakukan Salat Jenazah

Terlebih dalam menyongsong era revolusi industri keempat, pihaknya telah menerapkan metode pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar selama peserta didik mengenyam pendidikan di bangku kuliah yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman.

"Penerapan pendidikan berbasis IT yang dilakukan, meliputi kurikulum pengajaran berbasis digitalisasi atau daring, juga metode perkuliahan antara dosen dan mahasiswa dan melakukan pola pembelajaran jarak jauh atau e-learning. Oleh karena itu, dengan penerapan yang dilakukan itu diharapkan memberikan pemahaman dan pengalaman bagi para lulusan dapat mengembangkan kompetensinya di ranah dunia kerja," ujarnya usai kegiatan wisuda di Sabuga ITB, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu (11/9/2019).

Salah satu upaya pemanfaatan teknologi yang diterapkan dalam proses kegiatan belajar, yaitu membuat sebuah produk karya hasil penelitian yang dapat digunakan dan relevan dalam menunjang kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Termasuk dalam hal upaya menurunkan penyebab kematian ibu dan anak.

"Kita terus melakukan berbagai terobosan dalam berbagai bidang layanan kesehatan, terutama terkait kebidanan dan keperawatan. Bahkan telah kita patenkan melalui HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) dari Kemenkumham, diantranya troley emergency dan pantograf digital," ucapnya.

Selain pembekalan kompetensi, tetapi juga penguatan pendidikan karakter. Hal ini sesuai dengan visi dan misi STIKes Dharma Husada Bandung, yaitu menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang berdaya saing berdasarkan prinsip 3H (Head, Hand, and Heart).

Sehingga dalam kesempatan ini, pihaknya mengusung tema wisuda "New Chapter for Future" yang diharapkan para lulusan dapat memiliki inovasi dan kreativitas dalam hal pemanfaatan teknologi dan mewujudkan SDM unggul yang dapat bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Sementara itu, Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni STIKes Dharma Husada Bandung, Achmad Mundayat menuturkan, dari sejumlah wisudawan tersebut, lulusan D3 refraksi optisi meraih capaian sempurna dalam hal penyerapan tenaga kerja, terdiri dari 100 persen kelas reguler dan 97,3 persen kelas non reguler.

Capaian ini, menurutnya tidak terlepas dari kerjasama kemitraan yang terjalin dengan beberapa Rumah Sakit dan sejumlah perusahaan di bidang kesehatan, baik dalam pemagangan maupun penyerapan tenaga kerja.

"Kami pun turut menyalurkan proses pemagangan mahasiswa bukan hanya di Kota Bandung dan Jawa Barat atau dalam negeri tetapi juga luar negeri, seperti Jepang, Arab Saudi, dan Kuwait. Kami berharap para wisudawan dapat membantu masyarakat, melalui berbagai terobosan dan inovasi yang telah dikembangkan dalam bidang kesehatan," katanya (Cipta Permana).

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved