Kota Bandung Krisis Air Bersih, PDAM Tirtawening: Harus Ada Pengerukan di Sumber-sumber Air Baku

PDAM Tirtawening Kota Bandung selalu kekurangan pasokan air bersih pada tiap musim kemarau.

Kota Bandung Krisis Air Bersih, PDAM Tirtawening: Harus Ada Pengerukan di Sumber-sumber Air Baku
Tribun Jabar/Tiah SM
Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi di acara Bandung Menjawab, di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Selasa (27/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- PDAM Tirtawening Kota Bandung selalu kekurangan pasokan air bersih pada tiap musim kemarau.

Pada masa-masa seperti, PDAM Tirtawening pun tak bisa melakukan banyak hal untuk mengatasi kekurangan air bersih.

Direktur Utama PDAM Tirtawening, Sonny Salimi, mengatakan pihaknya hanya mengandalkan dua sumber air.

"Saat ini hanya mengandalkan sumber air dari Situ Cileunca dan Situ Cipanunjang,"ujar Sonny Salimi di kantornya, Kamis (12/09/2019).

Menurut Sonny Salimi, solusi jangka pendek tidak banyak yang bisa dilakukan menghadapi kekurangan air kecuali hanya bisa berdoa dan berharap agar bisa turun hujan dalam waktu dekat.

Tanpa Hujan, Persediaan Air PDAM Tirtawening Kota Bandung Tinggal Sebulan Lagi

Puluhan Ribu Keluarga di KBB Alami Krisis Air Bersih, Mereka Tersebar di 49 Desa

Untuk jangka panjang harus ada pengerukan di situ-situ yang sekarang dijadikan sumber air baku. Situ harus diperlebar dan diperdalam agar mampu menampung cadangan air selama musim kemarau.

Pengerukan situ, ucap Sony Salimi, merupakan tugas pemerintah karena PDAM Tirtawening hanya sebagai pengelola air.

Sonny mengatakan, PDAM Tirtawening Kota Bandung menghasilkan debit air sebanyak 2.500 liter per detik namun saat kemarau kehilangan debet air sebanyak 700 liter per detik.

Tiap hari, Kota Bandung membutuhkan air antara 5000 hingga 6000 liter per detik.

Untuk instalasi di Badaksinga, kapasitas produksi normal 1800-1900 liter per detik tapi turun menjadi 1400-1500 liter.

Kekeringan Melanda Kota Dodol, PDAM Tirta Intan Garut Gilir Pasokan Air Bersih ke Pelanggan

Krisis Air Bersih di Kampung Pasirhalang, Warga Kesulitan Memandikan Jenazah

Pengolahan air Dago Bengkok dalam kondisi normal bisa mengolah 600 liter per detik kini tinggal 400 liter per detik.

Penurunan air sudah terjadi hampir satu bulan dan persediaan air tinggal satu bulan ke depan.

Iinstalasi pengolahan Sungai Cibeureum, dalam kondisi normal bisa menghasilkan 100 liter per detik, sekarang hanya menghasilkan 70 liter per detik.

Lalu, instalasi kecil di Cipanjalu untuk melayani wilayah timur dalam kondisi normal menghasilkan air sebanyak 20 liter per detik tapi sekarang hanya bisa menghasilkan 10 liter per detik. 

Penulis: Tiah SM
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved