WCC Mawar Balqis Pertanyakan Alasan DPR RI Terus Menunda Pengesahan RUU PKS

Padahal, menurut dia, RUU PKS sudah sangat lengkap, terutama untuk melindungi korban dan memberikan hukuman berat kepada pelaku.

WCC Mawar Balqis Pertanyakan Alasan DPR RI Terus Menunda Pengesahan RUU PKS
Tribun Jateng/Bram Kusuma
Ilustrasi pemerkosaan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Direktur Program Forum Pengada Layanan Women Crisis Center (WCC) Mawar Balqis, Sa'adah, mempertanyakan alasan DPR RI terus menunda pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

Padahal, menurut dia, RUU PKS sudah sangat lengkap, terutama untuk melindungi korban dan memberikan hukuman berat kepada pelaku.

Pihaknya menilai undang-undang yang saat ini digunakan dalam kasus kekerasan seksual masih belum lengkap sehingga RUU PKS akan melengkapinya.

"Kami sangat berharap RUU ini segera disahkan, karena kekerasan seksual merupakan kezaliman," ujar Sa'adah dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jabar, Rabu (10/9/2019).

Lembaga WCC Mawar Balqis Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Ia mengatakan, pada RUU PKS disebutkan bahwa korban juga akan mendapatkan restitusi atau ganti rugi dari pelaku.

Selain itu, ada penekanan pemberatan hukuman kepada pelaku dengan ditambahkan masa tahanannya.

Pasalnya, pihaknya menilai hukuman kebiri tidak menyelesaikan permasalahan kasus kekerasan seksual tersebut.

Karenanya, menurut Sa'adah, WCC Mawar Balqis lebih sepakat untuk menambah masa pidana pelaku kejahatan kekerasan seksual.

Mengenai pihak-pihak yang menganggap bahwa disahkannya RUU PKS akan melegalkan zina dan LGBT, Sa'adah secara tegas menyampaikan hal tersebut sepenuhnya salah.

"Tidak sedikit yang belum memahami betul, RUU-PKS ini akan mengangkat harkat korban dan mendapatkan hak hukumnya," kata Sa'adah.

Komnas Perempuan Desak RUU PKS Disahkan, Kasus Ikan Asin Fairuz dan Baiq Nuril Disoroti

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved