Kemarau Panjang PDAM Tirta Raharja Klaim Distribusi Air Belum Terganggu, di Cimahi Pakai Tangki

Akibat musim kemarau panjang PDAM Tirta Raharja mencatat sudah terjadi penurunan debit air di wilayah utara, khususnya di Cimahi dan sekitarnya

Kemarau Panjang PDAM Tirta Raharja Klaim Distribusi Air Belum Terganggu, di Cimahi Pakai Tangki
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Manajer Junior Humas dan Kesekretariatan PDAM Tirta Raharja, Sri Hartati, mengecek tangki air di Kota Cimahi, Selasa (7/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Akibat musim kemarau panjang PDAM Tirta Raharja mencatat sudah terjadi penurunan debit air di wilayah utara, khususnya di wilayah Cimahi dan sekitarnya.

Penurunan debit air sudah mencapai 70 persen, sehingga PDAM harus mendistribusikan air secara manual menggunakan mobil tangki.

"Distribusi air belum terganggu kami masih melakukan distribusi ke pelanggan kami. Tapi khusus wilayah utara khususnya Cimahi dan sekitarnya sudah ada penurunan debit air hingga 70 persen sehingga kami harus mendistribusikan air dengan mobil tangki," tutur Manager Junior Humas PDAM Tirta Raharja, Sri Hartati melalui telepon seluler, Rabu (11/9/2019).

Daftar Daerah di Jawa Barat yang Berstatus Awas Kekeringan, Terancam Dilanda Kekeringan Ekstrem

Kisah Warga Pasirhalang Mandikan Jenazah saat Dilanda Kekeringan, Bingung Mau Bagaimana

Warga Diminta Waspada ! Kekeringan sampai Oktober, Penyebabnya Bukan Hanya Kurang Hujan

Selain sesuai dengan jadwal distribusi air yang sudah di tetapkan PDAM, pengiriman air menggunakan tangki ke Cimahi dan sekitarnya ini juga dilakukan sesuai dengan permintaan pelanggan terdampak yang membutuhkan.

"Untuk wilayah selatan dan timur kami masih kami layani, tapi untuk wilayah utara sudah ada penurunan jadi kami lakukan mobolisasi armada. Tapi tidak setiap hari (distribusinya), pengiriman sesuai dengan permintaan pelanggan, kadang dua hari sekali," ujarnya.

Sri menuturkan sampai saat ini PDAM Tirta Raharja bahkan masih memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat non pelanggan bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung.

"Jumlah sambungan rumah (pelanggan) kami per akhir Agustus 2019 mencapai 100.021 SR (sambungan rumah). Di antaranya wilayah pelayanan utara 27.247, selatan 32.113, dan timur 40.661 sambungan rumah," ungkapnya.

Sri menuturkan musim kemarau terjadi lebih awal pada Juni lalu. Sehingga PDAM harus merekayasa jadwal pendistribusian air, serta mobilisasi armada tangki air kepada pelanggan yang terdampak.

"Kami terus berupaya menjaga kualitas air di musim kemarau, dengan melakukan pemeliharaan jaringan pipa yang sudah melampaui batas usia teknis secara rutin. Menjaga tekanan pipa agar tetap aman serta membersihkan instalasi pengolahan air (IPA)," ungkapnya.

Sri juga mengakui jika sudah terjadi penurunan debit air di Situ Cileunca. Meski Sri tidak mengetahui hingga saat ini berapa angka penurunan debit air di Situ Cileunca.

"Setiap musim kemarau pasti turun, saya tidak tahu angka penurunannya, saya perlu koordinasi dulu. Tapi sejauh ini air masih bisa disiitribusikan meski tidak senormal biasanya," katanya.

Sri menghimbau kepada masyarakat agar melakukan upaya-upaya penghematan air di musim kemarau ini. Di antaranya menggunakan air sesuai dengan kebutuhan, menampung air saat masih ada, dan menutup kran air selama tidak digunakan. (mud)

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved