900 Personel Gabungan Diturunkan Untuk Antisipasi Pilwu Serentak di Kabupaten Cirebon

Polres Cirebon, melakukan antisipasi menjelang pemilihan kuwu (pilwu) serentak di Kabupaten Cirebon yang akan dilaksanakan pada 27 Oktober mendatang

900 Personel Gabungan Diturunkan Untuk Antisipasi Pilwu Serentak di Kabupaten Cirebon
Dok.Tribun Jabar
Rapat teknis pelaksanaan Pemilihan Kuwu Serentak di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Cirebon, Jumat (28/6/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kepolisian Resor (Polres) Cirebon, melakukan sejumlah antisipasi menjelang pemilihan kuwu (pilwu) serentak di Kabupaten Cirebon yang akan dilaksanakan pada 27 Oktober mendatang.

Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto, mengatakan, untuk persiapan menjelang pilwu serentak, kepolisian telah melakukan mapping ke seluruh desa di Kabupaten Cirebon untuk mengetahui potensi konflik.

"Sejumlah desa memiliki potensi kerawanan dan kejahatan pada pemilihan kepala desa serentak‎," kata Suhermanto saat ditemui di Mapolres Cirebon, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Rabu (11/9/2019).

Warga Antusias Ikuti Lomba Karaoke di Isuzu Traga Grebek Pasar Jagasatru Kota Cirebon

VIDEO-Warga di Sampiran Cirebon Jejerkan Jeriken untuk Dapatkan A‎ir Bersih

Warga di Sampiran Cirebon Jejerkan Jeriken Untuk Dapatkan A‎ir Bersih, Dampak Bencana Kekeringan

Beberapa modus kejahatan pada masa pilwu serentak, di antaranya, politik uang (money politics), konflik sosial yang melibatkan kelompok, dan kampanye hitam.

Untuk upaya pengamanan pilwu serentak,‎ Polres Cirebon menerjunkan 900 personel gabungan, dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cirebon.

"Fokus pengamanan kami di 150 desa, karena 27 desa masuk wilayah hukum Polres Cirebon Kota," katanya.

Suhermanto pun mengatakan, kepada seluruh calon kuwu di Kabupaten Cirebon, untuk menjalankan proses tersebut dengan prosedur yang berlaku dan jangan sampai menciptakan konflik.

Selain itu, kata Suhermanto, seluruh calon kuwu untuk tidak menggunakan identitas agama lalu menjatuhkan golongan lain, sebagai cara menarik simpati para pemilih.

"Apalagi sampai menggunakan tempat ibadah menjadi tempat kampanye, kami minta jangan," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved