Warga Menolak Penutupan Gang Apandi di Braga Bandung, Ini Alasannya

Puluhan warga RW 08 Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung menggelar aksi protes dan perlawanan terhadap upaya penutupan Gang Apandi oleh pihak peng

Warga Menolak Penutupan Gang Apandi di Braga Bandung, Ini Alasannya
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Sejumlah warga dari RW 08 memprotes rencana penutupan Gang Apandi dengan cara membentangkan spanduk berukuran besar bertuliskan penolakan di samping mulut gang tersebut di Jalan Braga, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Selasa (10/9/2019). Warga menolak penutupan Gang Apandi karena selain dianggap sebagai tempat peninggalan bersejarah, juga gang tersebut sebagai akses utama warga di permukiman tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Puluhan warga RW 08 Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung menggelar aksi protes dan perlawanan terhadap upaya penutupan Gang Apandi oleh pihak pengembang.

Warga memasang spaduk putih lebar bertuliskan huruf kapital dengan cat merah yang berisi "Gang Apandi Harga Mati !!!, Kami Warga RW 08 Kelurahan Braga Menolak Penutupan Gang Apandi" tepat di pintu akses gang tersebut.

Selain itu tampak juga beberapa pria yang menjaga akses tersebut, seraya bercengkrama satu sama lainnya.

Aksi warga tersebut semula dipicu oleh upaya penutupan akses jalan dengan memasang sebuah kendaraan minibus dengan kondisi ban kempes dan posisi transmisi tak netral pada Selasa pagi (10/9/2019).

Mobil tersebut pun sulit dipindahkan oleh warga.

Truk yang Terbakar di Tol Cipularang Diderek ke Pool Jasa Marga di Purwakarta

Warga menduga hal ini merupakan upaya dari pihak pengembang untuk menutup Gang Apandi.

Seorang warga RT 05 RW 08, Gang Apandi, Asep (51) mengatakan, bahwa upaya penolakan warga ini didasari oleh beberapa faktor.

Selain Gang Apandi memiliki nilai sejarah, katanya, juga tergolong salah satu bangunan heritage yang dilindungi oleh pemerintah.

Ia juga mengatakan bahwa Pemkot Bandung mengeluarkan penanda bangunan cagar budaya pada tembok gang.

Halaman
123
Penulis: Cipta Permana
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved