SDN Kalianyar 2 Indramayu Rusak Parah, Disdik Sebut Bakal Direhab Tahun Depan
Ruang kelas yang rusak masih menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indramayu.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Ruang kelas yang rusak masih menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indramayu.
Salah satu sekolah yang kondisinya rusak berat itu, yaitu SD Negeri Kalianyar 2 yang berlokasi di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng.
Di sana, dua ruang kelas yakni kelas 4 dan kelas 3 kondisinya sudah tidak layak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Mulai dari kondisi dinding kelas yang jebol, alas ubin yang sudah tidak lagi berkeramik, serta banyaknya plapon yang berlubang banyak memenuhi langit-langit ruangan.
Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD Disdik Kabupaten Indramayu, Willy Prihartono mengatakan, SD Negeri Kalianyar 2 ini akan masuk di rencana APBD 2020.
• Bakal Bentrok Akhir Pekan Ini, Robert Alberts Puji Penampilan Tira Persikabo di Putaran Pertama
"Sekarang kita sudah mengajukan dan sudah masuk ke rencana rehabilitasi tahun depan, alokasi dananya dari APBD murni," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com, Selasa (10/9/2019).
Meski hampir di keseluruhan gedung sekolah mengalami kerusakan. Namun, yang akan menjadi skala prioritas adalah dua ruangan tersebut.
Mengingat anggaran APBD yang disediakan oleh pemerintah sangat terbatas dan harus mencakup seluruh sekolah yang mengalami kondisi serupa.
Dijelaskan Willy Prihartono, pada tahun 2019, dana alokasi yang bersumber dari APBD Indramayu untuk rehabilitasi sekolah hanya sebesar Rp 2,5 miliar.
• Ezechiel NDouassel Jadi Sorotan Indra Thohir, Apa Kata Bobotoh: Cadangkan Biar Tak Merasa Dibutuhkan
Dana tersebut hanya mampu mencukupi perbaikan sebanyak 9 sekolah yang terdiri dari alokasi biaya untuk rehabilitasi sebanyak 18 ruang kelas dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak 20 ruang kelas saja.
Sedangkan dari 864 SD di Kabupaten Indramayu, sebanyak 738 ruang kelas mengalami rusak berat.
"Sehingga sulit dengan anggaran Rp 2,5 miliar untuk merehab 738 ruang kelas yang rusak," ujarnya.