PKL Untuk Sementara Boleh Jualan di Bantaran Sungai Cimanuk Indramayu, Meski Melanggar Aturan

Pembangunan shelter baru di kawasan GOR Singalodra yang nantinya diperuntukan bagi para Pedagang Kaki Lima

PKL Untuk Sementara Boleh Jualan di Bantaran Sungai Cimanuk Indramayu, Meski Melanggar Aturan
tribunjabar/Handhika Rahman
Penggusuran para PKL dan Bangunan Liar di Jalan Cimanuk Barat Indramayu, Senin (9/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pembangunan shelter baru di kawasan GOR Singalodra yang nantinya diperuntukan bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) Bantaran Sungai Cimanuk yang mengalami penggusuran belum selesai rampung dibangun.

Padahal, penggusuran para PKL itu sudah dilakukan Satpol PP sejak hari Senin kemarin dan rencananya akan dilakukan hingga Kamis (12/9/2019).

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Indramayu, Trisna Hendarin mengatakan, selama proses pembangunan shelter tersebut, para PKL masih diizinkan berjualan di Bantaran Sungai Cimanuk untuk sementara waktu.

Dengan catatan, mereka berjualan tidak membuka lapak atau hanya berjualan dengan cara bongkar pasang.

Selain itu, selama berjualan pihaknya juga meminta dengan tegas agar para PKL tidak menganggu ketertiban umum.

Anda Berusia 40 Tahun ? Masih Bisa Jadi PNS Lho, Nih Syarat dan Posisinya

"Sebenarnya ini adalah program pemerintah untuk membangun taman kota yang berdampak pada PKL dan kesiapan kami belum siap untuk menampung mereka," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di ruangannya, Selasa (10/9/2019).

Meski demikian pihaknya terus berupaya agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Salah satunya dengan cara mengizinkan para PKL berjualan sementara waktu hingga shelter baru rampung dibangun.

Sementara itu, pihaknya belum bisa memastikan kapan shelter baru akan rampung secara menyeluruh.

Waspada Virus Joker yang Bisa Curi Uang Anda, Hapus Segera Aplikasi Ini dari Android Anda

Nantinya, dari 90 shelter itu yang saat ini masih proses pembangunan, akan difokuskan merampungkan satu demi satu shelter agar secara bertahap para PKL bisa segera direlokasi.

"Ini memang sebenarnya dilarang, tapi karena kasihan juga ini kan menyangkut perut, kalau mereka sudah digusur tapi tempat relokasinya belum rampung nanti bagaimana cara mereka memenuhi kebutuhan," ucap dia.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved