Kekeringan di Kabupaten Bandung Barat Diprediksi Bakal Meluas, Ini Sebabnya

BPBD KBB memprediksi kekeringan di sejumlah wilayah Bandung Barat bakal meluas karena musim kemarau tahun ini juga diprediksi akan terjadi hingga . .

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
Ilustrasi kekeringan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB memprediksi kekeringan di sejumlah wilayah Bandung Barat bakal meluas karena musim kemarau tahun ini juga diprediksi akan terjadi hingga akhir Oktober 2019.

Berdasarkan data BPBD KBB, hingga saat ini sudah ada 7 kecamatan yang sudah terdampak kekeringan, yakni Kecamatan Cipatat, Batujajar, Cisarua, Cihampelas, Cikalong Wetan, Ngamprah dan Padalarang yang sudah mengalami krisis air, baik untuk pertanian maupun kebutuhan sehari-hari.

Kepala Pelaksana Badan Pelanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Duddy Prabowo, mengatakan sejak 1 Agustus hingga akhir Oktober 2019 sudah ditetapkan status siaga kekeringan dari hasil rapat koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Pemprov Jabar.

"Jadi kalau melihat status siaga kekeringan hingga Oktober, bisa saja kekeringan di KBB bakal meluas karena waktunya masih lama," ujarnya saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Selasa (10/9/2019).

Kekeringan, 45 Hektare Sawah dan Kebun di Desa Kutamandiri Terancam Gagal Panen

Krisis Air Bersih di Kampung Pasirhalang, Warga Kesulitan Memandikan Jenazah

Atas hal tersebut pihaknya akan terus memantau sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat untuk antisipasi kekeringan tersebut, terutama krisis air bersih seperti yang sudah dialami oleh warga di tujuh kecamatan itu.

"Untuk antisipasi krisis air bersih kami bekerjasama dan sejumlah relawan seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan PDAM yang menyedikan air bersih melalui unit tangki," ucapnya.

Bantuan air bersih tersebut, lanjutnya, memang sudah dimaksimalkan seperti ketika ada laporan permintaan dari warga, pihaknya langsung melakukan distribusi.

"Tapi kami prioritaskan bantuan air bersih itu bagi kebutuhan rumah tangga saja. Memang kalau bicara kebutuhan air bisa juga untuk pertanian dan industri, tapi kami fokus duku ke kebutuhan sehari-hari," katanya.

LINK LIVE STREAMING Timnas Indonesia vs Thailand, Garuda Ada Peluang Menang, Prediksi Susunan Pemain

Kiper Persib Bandung Deden Natshir Sudah Bisa Berjalan, Main di Putaran Kedua? Ini Kata Dokter Rafi

Sejauh ini BPBD KBB sudah mendistribusikan air bersih kepada warga di tujuh kecamatan yang memang membutuhkan dengan total 22 tanki air dengan kapasitas satu tanki sebanyak 5000 liter.

"Tapi sejauh ini, berdasarkan data yang kami miliki, kekeringan di KBB masih sama seperti tahun sebelumnya, wilayahnya masih itu-itu saja yang memang rawan kekeringan," kata Duddy.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved