PKL dan Bangunan Liar di Indramayu Digusur, Satpol PP Beri Kesempatan Pedagang Kemasi Dagangannya

Petugas Dinas Satpol PP Indramayu menertibkan semua lapak pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan liar yang berada di sepanjang bantaran Sungai Cimanuk

PKL dan Bangunan Liar di Indramayu Digusur, Satpol PP Beri Kesempatan Pedagang Kemasi Dagangannya
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Petugas Satpol PP Indramayu saat membantu mengeluarkan buah mangga milik pedagang saat pembongkaran bangunan liar di hari pertama di Jalan Cimanuk Barat, Senin (9/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Petugas Dinas Satpol PP Indramayu menertibkan semua lapak pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan liar yang berada di sepanjang bantaran Sungai Cimanuk Indramayu, Senin (9/9/2019).

Rencananya, lahan yang merupakan tanah negara itu akan digunakan untuk pembangunan ruang terbuka hijau berupa taman kota.

Taman Kota itu adalah tindak lanjut dari pelebaran Taman Sungai Cimanuk di tahun 2019 dimulai dari perempatan Jembatan Pendopo Indramayu hingga Jembatan Waiki.

Kuwu Desa Sindang Indramayu Pertanyakan Relokasi PKL Tidak Manfaatkan Shelter yang Sudah Ada

Lapak PKL Cicadas Gaya Baru Lebih Kecil Dibanding Sebelumnya tapi PKL Menerima Demi Estetika

Sekretaris Dinas Satpol PP Indramayu, Hamami Abdul Ghani mengatakan, ada sebanyak 97 bangunan liar di Jalan Cimanuk Barat yang mendapat penggusuran pada hari ini.

"Jadwalnya di Hari Senin dan Selasa penggusuran untuk di Jalan Cimanuk Barat," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com.

Dijelaskan dia, untuk hari Rabu dan Kamis akan dilanjut dengan penggusuran di Jalan Cimanuk Timur yang berjumlah 94 bangunan.

Sementara itu Hamami Abdul Ghani sangat menyayangkan banyaknya bangunan-bangunan yang bersifat semi permanen dan permanen, padahal lahan yang mereka tempati itu adalah lahan milik negara.

Walau demikian, khusus untuk hari ini pihak Satpol PP Indramayu masih memberi kesempatan kepada para pemiliki lapak untuk membongkar barang dagangannya sendiri.

Jika hingga besok hari mereka belum merapikan barang-barangnya, Satpol PP Indramayu akan melakukan pembongkaran secara paksa, termasuk bila diperlukan pihaknya juga akan mengerahkan alat berat.

"Karena bagaimanapun ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Indramayu, yakni pada tahun ini akan dilakukan pelebaran taman dari perempatan Jembatan Pendopo hingga Jembatan Waiki," ucapnya.

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, para petugas Satpol PP turut membantu para pedagang memberesi barang dagangannya. Tidak terlihat ada bentrok maupun perlawanan dari para pedagang kepada petugas.

Sementara itu, Seorang Pedagang Buah, Wastoni (27) mengatakan, belum memiliki rencana setelah pembongkaran tersebut.

Kemungkinan, usaha buah-buahan miliknya sementara waktu akan beralih ke kediamannya di Desa Rambatan Wetan.

"Tidak tahu, mungkin jualannya pindah dulu ke rumah," ujar dia.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved