Mojang Bogor Ini Awalnya Tidak Ada Niat Jadi Atlet Wushu, Kini Banyak Raih Prestasi

Mojang asal Bogor ini awalnya tidak ada niatan untuk menjadi atlet wushu atau kick boxing, kini banyak raih prestasi terutama di olahraga wushu.

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Selviah Pertiwi, mojang asal Bogor yang menggeluti kick boxing 

Laporan Wartawan Tribun Jabar,  Lutfi AM
 
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mojang asal Bogor ini awalnya tidak ada niatan untuk menjadi atlet wushu atau kick boxing, namun kini banyak prestasi yang diraihnha terutama di olahraga wushu.

Dia adalah Selviah Pertiwi, prestasi di olahraga wushunya tidak hanya di tingkat daerah atau nasional saja, bahkan ia juga berprestasi di tingkat internasional, seperti di Moskow berhasil meraih medali emas pada  2018, di Malaysia meraih medali emas 2019, dan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2016, meraih medali emas.

Selvi mengaku, awalnya menggeluti olahraga pencak silat saat duduk di kelas dua SMP dan mulai wushu saat duduk di bangku SMA pada 2006, hingga sekarang.

“Jadi berjalan gitu aja, tidak ada niat gak ada keinginan, hanya   diajakin main wushu. Pertama kali bertanding cuman latihan 3 minggu dan dapat medali perak di kejuaraan nasional langsung masuk pelatnas,” ujar Silvi, di salah stu hotel di Kota Bandung, beberapa hari lalu.

Mengenal Mutia Ayu Istri Glenn Fredly, Pernah Jadi Atlet Voli hingga Finalis Miss Popular

Wushu Dikabarkan Dicoret dari PON XX, Ketua WI Jabar Optimis Tidak akan Terjadi

Selvi menyadari, wushu atau kick boxing banyak yang menyebut olahraga ekstrim karena full body contact, sarat akan pukulan dan tendangan, tapi ia mengaku tidak merasakan takut.

“Takutnya hanya sebatas gitu aja, nervous demam panggung tapi saat sudah dijalanin, ko enak suka. Apalagi kalau dapat hadiah, dulu kan masih muda jadi saat dapat ahadiah sangat senang,” ujar dara yang lahir di Bogor, 10 Septber 1991 ini.

Menurut Selvi, kick boxing yang kini ia geluti masih sebagai penunjang untuk berlaga di olahraga wushu, walau demikian belum lama ini di even Duel 6, ia berhasil mengalahkan petarung asal Malaysia.

“Kick boxing masih penunjang buat wushu, rencananya ikut even apapun kecuali MMA, saya ikut main,” ujar Selvi.

Hal itu dikatakan Selvi, sebab orang tuanya melarang untuk mengikuti MMA atau tarung bebas.

“Katanya (orang tuanya) takut bonyok,” ujarnya sambil tersenyum.

Selain itu, kata Slevi, keluarganya mendukungnya untuk menggeluti wushu dan lainnya, bahkan saat ia mengikuti kejuaraan keluarganya kerap ada yang ikut bersamanya.

“Mereka mendukung, ngelepas aja, orang tua percaya aja,” kata dia.

Momen paling berkesan selama menjadi atlet olahraga beladiri, Selvi mengaku, saat berlaga pada PON XIX 2016, karena langsung ditonton oleh ibunya dan perjuangannya mendapat medali sampai ribut-ribut dan tidak naik podium.

“Perjuangannya di PON itu karena prosesnya tidak setahun dua tahun untuk mendapatkan itu, sampai hari H orang tua menyaksikan, anaknya berujuang sampai titik itu, dan  itu lah momen yang tak terlupakan,” ujar dia.

Kini Selvi tergabung dalam tim pelatda Jawa Barat dan  kembali menargetkan untuk bisa meraih medali emas pada PON XX di Papua 2020.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved