Kisah Sekelompok Pemuda Kampung di Rancaekek, Buat Kerajinan Khas Aborigin, Diekspor ke Australia

Kesibukan pemuda di satu kampung di Rancaekek. Mereka membuat kerajinan khas Aborigin dan bakal diekspor ke Australia.

Kisah Sekelompok Pemuda Kampung di Rancaekek, Buat Kerajinan Khas Aborigin, Diekspor ke Australia
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Kerajinan bumerang dan boneka kanguru. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - ‎Di sudut kampung di Jalan Letnan Adun, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, sejumlah anak muda tampak sibuk dengan perkakasnya.

Ada yang mengukir, mengampelas, mengecat hingga mengepak kerajinan tangan khas suku Aborigin, seperti bumerang, boneka kanguru, pot bunga, alas mangkuk berupa boneka kanguru. Semuanya terbuat dari kayu.

"Kami mendapat pesanan kerajinan tangan khas suku bangsa Australia, Aborigin sebanyak 19 ribu pieces, akan dikirim akhir bulan ini ke Australia," kata Adi Suwandi (39), pemilik workshop handy craft saat ditemui di Jalan Letnan Adun, Rancaekek, Senin (9/9/2019).

Untuk membuat 19 ribu pieces itu, bukan di gudang pabrik besar. Namun Adi dan 50-an lebih karyawanya memanfaatkan dua rumah tempat tinggal orang tuanya.

Pantauan Tribun, di halaman depan, sejumlah anak muda sibuk mengukir dengan mesin. Di ruang tamu, tumpukan dus berisi kerajinan tangan siap ekspor.

Di samping rumah, tampak juga seorang pria mengukir kerajinan tangannya. Di belakang rumah, sejumlah pria disibukkan mengecat dan finishing kerajinan tangan tersebut.

Di rumah lainnya, sejumlah pemuda tampak mengecat dan memberi sentuhan warna gradasi merah, kuning, hitam, dan putih pada setiap kerajinan tangannya.

Seorang pekerja sedang menyemprotkan cat ke topeng yang akan diekspor ke Australia.
Seorang pekerja sedang menyemprotkan cat ke topeng yang akan diekspor ke Australia. (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Tribun mengamati seorang pekerja bernama ‎Yuda (16). Ia tampak sedang menyemprot cat ke bumerang yang baru diukir. Ada juga Arif Daramwan (30). Ia tampak sedang menggosok kerajinan tangan.

"Keduanya pemuda di sini, putus sekolah. Saya libatkan di sini untuk bantu-bantu. Saya memulai ini sejak 2007. Selama itu, kami mempekerjakan anak muda di kampung ini yang putus sekolah," ujar Adi Suwandi.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved