Kena Tilang Ganjil Genap, Lihat Apa yang Dilakukan Ibu-ibu Ini pada Polisi

Sementara, di belakang sopir tampak seorang wanita mengenakan kacamata dan baju kuning menggenggam uang kertas senilai Rp 50 ribu.

Kena Tilang Ganjil Genap, Lihat Apa yang Dilakukan Ibu-ibu Ini pada Polisi
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Rambu tulisan "Exit Tol Kawasan Ganjil Genap" dipasang jelang pintu keluar Jalan Tol Lingkar Dalam Wiyoto Wiyono, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019). Pemprov DKI Jakarta akan mulai memberlakukan perluasan sistem ganjil genap di kawasan itu pada 9 September 2019. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Seorang pengendara mobil Mitsubishi Xpander abu-abu berpelat genap melanggar kebijakan ganjil genap kendaraan, di kawasan Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).

Kanitlantas Kemayoran Iptu Dodi Ambara segera menghentikan mobil tersebut di pinggir bahu jalan.

Sang sopir yang mengenakan topi, tampak kikuk ketika Dodi Ambara meminta STNK dan SIM kepadanya.

"Tolong keluarkan STNK dan SIM-nya," ujar Dodi Ambara kepada pengendara, saat hari pertama pemberlakuan ganjil-genap kendaraan, di Jalan Gunung Sahari, Senin (9/9/2019).

Sang sopir kemudian langsung memberikan STNK dan SIM-nya kepada Dodi.

Sementara, di belakang sopir tampak seorang wanita mengenakan kacamata dan baju kuning menggenggam uang kertas senilai Rp 50 ribu.

"Damai saja, pak," kata wanita tersebut, mendekatkan tangan kanannya kepada Dodi.

"Hah? Damai? Jangan-lah nggak boleh. Jangan bu, ya," balas Dodi sambil menulis pasal pelanggaran ganjil-genap kendaraan.

Dodi menasihati agar wanita tersebut mematuhi aturan untuk mengikuti sidang pengadilan di kejaksaan.

"Nanti bayar buat negara saja. Ambil di kejaksaan tanggal 20, ya. Jangan kasih saya. Itu bukan hak saya, nanti ibu masuk penjara nanti, ya," tutur Dodi kepada wanita tersebut.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved