Dari Freeport hingga British Petroleum, Kucurkan Beasiswa untuk Mahasiswa asal Papua di Ikopin

Sejumlah korporasi multinasional yang beroperasi di pulau Papua menyalurkan beasiswa penuh program sarjana

Dari Freeport hingga British Petroleum, Kucurkan Beasiswa untuk Mahasiswa asal Papua di Ikopin
Istimewa
Kampus Ikopin 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah korporasi multinasional yang beroperasi di pulau Papua menyalurkan beasiswa penuh program sarjana, salah satunya ke Institut Koperasi Indonesia (Ikopin).

"Tahun ini paling banyak, sampai ada 52 orang. Mereka dapat beasiswa salah satunya dari PT Freeport dan British Petroleum ada yang dari pemerintah daerahnya. Beasiswa penuh," kata Rektor Ikopin, Burhanudin Abdullah di kampus Ikopin, Jatinangor Senin (9/9/2019).

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengatakan, bukan tahun ini saja mahasiswa Papua mengenyam pendidikan di Ikopin. ‎Namun diakuinya, tahun ini paling banyak.

"Kami terbuka dan senang sekali ada begitu banyak mahasiswa asal Papua yang belajar di Ikopin. Memang bukan hal baru, tahun lalu juga selalu ada, tapi dalam jumlah banyak baru sekarang," ujar Burhanudin.

Sebelum Membunuh Santri di Cirebon, Dua Begal Ini Lebih Dulu Minum Pil Koplo

Ikopin memiliki program pendidikan koperasi, sebagai sistem ekonomi asli Indonesia yang dicetuskan Mohammad Hatta.

Sejumlah literatur menyebutkan di era kelahirannya, sistem ekonomi koperasi sebagai jalan tengah ‎di tengah dominasi sistem ekonomi kapitalisme.

Apalagi, sistem ekonomi koperasi juga mengakomodir tradisi kearifan lokal masyarakat Indonesia. Burhanudin menegaskan, sistem perekonomian akan merata hanya bisa dilakukan lewat koperasi.

"Saya kira Papua kelak akan lebih paham koperasi dibanding masyarakat di pulau lainnya di Indonesia," kata Burhanudin.

Waspada Beli Kosmetik, Ada Ribuan Kosmetik yang Masa Kedaluwarsanya Diganti, Nih Ciri-cirinya

Pada kesempatan itu, Burhanudin menyinggung soal ketahanan pangan dan energi. Dua aspek itu merupakan salah satu unsur dari beragam dimensi untuk memperkuat NKRI.

"Pangan dan energi itu persoalan besar bangsa. Ada tulisan Frans Seda pada 1962, dia katakan masalah kita adalah beras dan bensin (energi). Sampai sekarang, dua masalah itu masih ada," katanya.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved