Nisan Masa Kolonial Belanda Jadi Tutup Septic Tank di Indramayu, Begini Rencana Penyelamatannya

Disparbud Indramayu mengandeng TACB Indramayu melakukan observasi prapengangkatan nisan dari zaman kolonial Belanda yang jadi tutup septic tank

Nisan Masa Kolonial Belanda Jadi Tutup Septic Tank di Indramayu, Begini Rencana Penyelamatannya
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Nisan dari masa kolonial Belanda bertuliskan nama Martinus Azon Cornelis Jacometti yang menjadi penutup septic tank atau tutup pembuangan limbah kotoran manusia di Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Minggu (8/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Indramayu mengandeng Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Indramayu melakukan observasi prapengangkatan nisan dari zaman kolonial Belanda yang kondisinya mengenaskan.

Bukan karena kondisinya yang rusak, melainkan nisan masa kolonial Belanda itu dijadikan penutup septic tank atau tutup pembuangan limbah kotoran manusia di kawasan sebuah asrama, di Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.

Pada nisan yang terbuat dari bahan marmer itu tertulis nama Martinus Azon Cornelis Jacometti.

Kerkhof atau Pemakaman Kolonial Belanda di Indramayu Ini Malah Tergusur oleh Persawahan

Zaman Kolonial Keluarga Robert Rene Alberts Tinggal di Bandung, Begini Pengakuannya tentang Bandung

Tak Banyak yang Tahu, Bung Hatta Pernah Resmikan Bangunan Penggilingan Padi di Kabupaten Bandung

Di bawahnya juga terdapat tulisan lainnya berbahasa Belanda yang mana kondisi huruf-hurufnya sudah mulai memudar.

Pudarnya huruf-huruf ini kemungkinan besar karena sering terinjak dan lapuk termakan usia, terlebih nisan tersebut disimpan di terbuka.

Sementara pahatan yang diduga sebagai keterangan masa hidupnya sosok pemilik nama tersebut masih bisa terbaca.

Tertulis; Geboren 23 December 1860, dan dibawahnya; Overleden Juni 1916.

Keterangan itu diduga menunjukkan bahwa Martinus Azon Cornelis Jacometti lahir pada 23 Desember 1860 dan meninggal Juni 1916.

Kasi Kebudayaan Disparbud Indramayu, Tinus Suprapto mengatakan, rencana untuk penyelamatan nisan Belanda ini sudah mendapat dukungan penuh dan izin dari Dandim 0616 Indramayu Letkol Kav Agung Nur Cahyono M Tr (Han).

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved