Kamis, 30 April 2026

Setelah Kerusuhan di Stadion Gelora Bung Karno, Menpora Malaysia Kritik Polisi Indonesia

"Tidak ada (kerusuhan suporter sepak bola). Hanya lempar-lemparan air," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada portal media itu.

Tayang:
Editor: Theofilus Richard
ANTARA/SHOFI AYUDIANA via Kompas.com
Menpora Malaysia Syed Saddiq dengan Imam Nahrawi 

TRIBUNJABAR.ID, KUALA LUMPUR — Pascakerusuhan yang terjadi di Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/9/2019) seusai pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Timnas Indonesia vs Malaysia, Menpora Malaysia Syed Saddiq mengritik polisi Indonesia.

Kritik itu ia lontarkan setelah membaca berita di salah satu portal media online nasional.

Dalam pemberitaan itu disebutkan bahwa tidak ada kerusuhan di Stadion Gelora Bung Karno.

"Tidak ada (kerusuhan suporter sepak bola). Hanya lempar-lemparan air," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada portal media itu.

Sanksi FIFA Menanti Timnas Indonesia Akibat Kerusuhan Suporter di Laga Lawan Timnas Malaysia

Diberitakan The Star Sabtu (7/9/2019), Menpora berusia 26 tahun itu mempertanyakan sejumlah hal jika memang polisi membantah adanya kerusuhan saat laga berlangsung.

"Kalau hanya 'lempar-lempar air', mengapa pertandingan harus dihentikan sampai situasi kembali tenang," ujar politisi dari koalisi Pakatan Harapan itu.

Dia kemudian menanyakan, jika tidak ada kericuhan, mengapa sampai ada polisi yang menembakkan gas air mata dari pintu masuk VVIP ke pendukung di Gate 1.

Syed Saddiq juga mempertanyakan mengapa suporter Malaysia harus dikarantina selama dua jam, dengan ada pendukung di depannya yang melemparkan benda besi.

"Saya menuntut keadilan," katanya. Pendukung Harimau Malaya, julukan timnas Malaysia, harus dikurung dan baru kembali ke hotel beberapa jam setelah laga.

Indonesia Terancam Sanksi, Buntut Suporter Ricuh di GBK, Malaysia Bakal Lapor FIFA

Pasca-insiden itu, Menpora Imam Nahrawi langsung merespons dengan bertemu Syed Saddiq, dan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

"Kehadiran saya untuk menyampaikan langsung permohonan maaf atas nama masyarakat dan Pemerintah Indonesia atas peristiwa tidak mengenakkan ulah oknum suporter," ucap Imam Nahrawi dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Imam kemudian mengatakan dia berharap pertemuan dengan menpora dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia itu bisa mempererat kembali persahabatan pendukung Indonesia dan Malaysia.

Menpora Imam melanjutkan, Pemerintah Indonesia juga akan segera mengirimkan surat permohonan maaf kepada Malaysia sebelum timnas Indonesia bertandang ke Stadion Bukit Jalil November nanti.

Dalam pertemuan itu, Syed Saddiq menyatakan dia menyambut itikad baik Imam Nahrawi. Tapi, dia menegaskan agar oknum suporter yang memicu kerusuhan bisa ditindak.

"Kami ucapkan terima kasih atas pendirian tegas Pak Imam sendiri sudah pastikan bahwa keadilan akan datang. Dia juga telah terhubung dengan pihak polisi untuk memastikan tindakan tegas yang akan diambil," katanya.

Syed Saddiq juga menegaskan bahwa Indonesia dan Malaysia merupakan sahabat dan berasal dari rumpun yang sama. (Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)

Persib Bandung Tirulah Timnas Malaysia, Sampai Babak Kedua Masih Bertenaga, Komen Apa Kata Bobotoh

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved