Soal Baju Bekas Impor, Wakil Sekjen API: Harga Diri Bangsa Dipertaruhkan, Kita Bukan Tempat Sampah

Direktur Dijten Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag menyebut, 550 karung pakaian bekas impor itu senilai Rp 5 miliar.

Soal Baju Bekas Impor, Wakil Sekjen API: Harga Diri Bangsa Dipertaruhkan, Kita Bukan Tempat Sampah
Tribunjabar.id/Mega Nugraha
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Perdagangan menyita ratusan karung pakaian impor bekas di komplek pergudangan Safir Permai, Gedebage Kota Bandung, Kamis (5/9). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Asosiai Pertekstilan Indonesia (API) yang mewakili pengusaha tekstil, jadi pihak yang paling dirugikan dengan peredaran pakaian bekas impor.

Wakil Sekjen API, Rizal Tanzil bahkan menyebut pakaian bekas impor itu sebagai sampah.

Ia hadir saat Kemendag menyita 550 karung pakaian bekas impor.

 Ratusan Karung Pakaian Impor Bekas di Gedebage Bandung Disita, Pak Haji Marah Bayar Sewa Tapi Disita

 VIDEO Ratusan Karung Pakaian Impor Bekas di Gedebage Disita, Pak Haji Marah Bayar Sewa Tapi Disita

Satu karung dibuka, terlihat pakaian sudah kusut.

Direktur Dijten Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag menyebut, 550 karung pakaian bekas impor itu senilai Rp 5 miliar.

"Pakaian sudah tidak layak pakai dan ini sampah kalau saya bilang. Harga diri bangsa dipertaruhkan, kita ini bukan tempat sampah, kita punya industri tekstil yang besar, maju dan ekspor garmen kita cukup baik," ujar Rizal.

Kementerian Perdagangan lewat Permendag nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas.

‎"Yang pasti ini merugikan kita karena menggerus pasar domestik. Tadi pak Dirjen bilang nilainya Rp 5 miliar di satu titik, bayangkan dengan nilai itu, jelas industri tekstil dan garmen kita tergerus," ujar Rizal.

Dalam satu karung pakaian bekas impor, rata-rata terdapat 200 hingga 500 potong pakaian. Jika mencapai 550 karung, kata dia, bisa dibayangkan pakaian bekas yang membanjiri pasaran.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved