Hati-hati, Ini Bahayanya Pakai Baju Bekas Impor dan Penyakit-penyakit yang Mengincar Anda

Sudah sangat jelas pembeli pakaian bekas dapat rentan mengalami infeksi kulit, pencernaan sampai infeksi saluran kemih.

Hati-hati, Ini Bahayanya Pakai Baju Bekas Impor dan Penyakit-penyakit yang Mengincar Anda
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Suasana di Pasar Cimol Gedebage, Kota Bandung, Kamis (5/9/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Masih banyak orang gemar membeli pakaian bekas import seperti di Pasar Gedebage.

Perlu diketahui pakaian bekas itu jika tidak benar-benar cara mencucinya berbahaya bagi kesehatan.

Seperti yang disampaikan dr Evi Novitasari Kepala Klinik Pratama Prima Husada, Amanah (Suci), Alivia Medika, Sararea Kota Bandung menuturkan membeli pakaian bekas import ?

Sudah sangat jelas pembeli pakaian bekas dapat rentan mengalami infeksi kulit, pencernaan sampai infeksi saluran kemih.

Sudah pernah dilakukan pengujian ada beberapa jenis mikroorganisme bertahan hidup pada pakaian yaitu bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus), bakteri Escherichia coli (E. coli), dan jamur (kapang atau khamir).

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, ditemukan sejumlah koloni bakteri dan jamur yang ditunjukkan oleh parameter pengujian Angka Lempeng Total (ALT) dan kapang pada semua contoh pakaian bekas yang nilainya cukup tinggi.

Awalnya dari kontak langsung dengan kulit atau lewat oleh tangan kita yang kemudian membawa infeksi masuk lewat mulut, hidung, dan mata.

Cemaran bakteri dan kapang dapat menyebabkan gangguan beragam kesehatan.

Bakteri S. aureus dapat menyebabkan bisul, jerawat, dan infeksi luka pada kulit manusia.

Bakteri E. coli menimbulkan gangguan pencernaan (diare), serta jenis jamur seperti kapang (Aspergillus spp.) dan khamir (Candida spp.) dapat menyebabkan gatal-gatal, alergi bahkan infeksi pada saluran kelamin.

Sedangkan isu penularan penyakit HIV dari pakaian import bekas memang tidak, karena penularan virus HIV melalui darah .
"Tipsnya dari saya lebih baik beli pakaian baru, produk lokal harga bersahabat di kantong dan modelnya sekarang ga kalah keren dari import kok," ujar Evi.

Tapi kalau terpaksa harus direndam dulu dengan air panas suhu tinggi dalam jangka waktu tertentu.

Kemudian dicuci dengan sabun antiseptik lalu di jemur sampai benar benar keringlalu terakhir disetrika dengan suhu panas. (tiah sm)

Penulis: Tiah SM
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved