Pemprov Jabar Kebut Proyek Pariwisata Air, Begini Penjelasan Kepala Dinas SDA

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengebut berbagai proyek strategis pada tahun 2019, di antaranya revitalisasi waduk maupun situ

Pemprov Jabar Kebut Proyek Pariwisata Air, Begini Penjelasan Kepala Dinas SDA
TRIBUN JABAR/HILMAN KAMALUDIN
Ilustrasi: Sekolah Al-Azhar Sifa Budi Parahyangan menggelar kegiatan Tebar Sejuta Ikan di Situ Ciburuy, Jalan Raya Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (19/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengebut berbagai proyek strategis pada tahun 2019, di antaranya revitalisasi waduk maupun situ guna menunjang pariwisata air. Hal ini untuk mendorong visi Jabar sebagai provinsi pariwisata.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, Linda Al Amin, mengatakan penataan akan dilakukan di lima lokasi, termasuk pembangunan breakwater atau pemecah gelombang. Proyek ini dimulai pada 2019.

"Penataan di Kalimalang Kota Bekasi, Situ Rawakalong Kota Depok. Kemudian Waduk Darma Kabuaten Kuningan, Situ Ciburuy di Kabupaten Bandung Barat, dan terakhir breakwater di Pantai Barat Pangandaran," ujar Linda di Bandung, Kamis (5/9/2019).

DPRD Jabar Bentuk Tim Penyusun Tata Tertib

Pengembangan Pariwisata di Sekitar Waduk Jatigede, Pola Pikir Warga Sumedang Perlu Diubah

Menurut Linda, pihaknnya telah memiliki Detail Engineering Design (DED) atau perencanaan fisik hingga 2020 mengenai sejumlah proyek pembangunan penunjang pariwisata ini. Dia berharap, dalam dua tahun ini pembangunan bisa terlaksana dengan optimal.

"Sehingga nanti akan mengubah wajah situ, waduk, dan saluran air tadi yang agar lebih menarik wisatawan sebagai destinasi wisata," ucapnya.

Linda menyampaikan, terkait program strategis ini ada hal yang sangat penting harus dilakukan, yakni berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air. Dia mengaku, hal itu telah dilakukan oleh Dinas SDA agar kian memuluskan revitalisasi tersebut.

"Karena ke empatnya ini (Kalimalang, Situ Rawakalong, Waduk Darma, Situ Ciburuy), kecuali Pangandaran itu berada di wilayah sungai kewenangan pemerintah pusat. Mudah-mudahan perizinan sudah bisa diterbitkan ya," katanya.

VIDEO Detik-detik Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia, Wajah Tegap Tim Garuda Memasuki Stadion GBK

LINK LIVE STREAMING TV ONLINE Timnas Indonesia vs Malaysia Malam Ini, Begini Jejak Pertemuannya

Linda menyampaikan, pihaknya telah mengantongi perizinan lingkungan. Sehingga pada pertengahan September ini sudah dapat melakukan revitalisasi.

"Jadi tidak hanya untuk urusan pengelolaan sumber daya air tapi ini juga untuk pendukung wisata," katanya.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sektor pariwisata diharapkan jadi lokomotif ekonomi bagi masyarakat Jawa Barat. Lantaran pariwisata merupakan sumber ekonomi yang paling mudah dan cepat memberikan kesejahteraan multidimensi kepada masyarakat.

Apalagi, kata dia, Jabar memiliki potensi besar bilamana melihat banyaknya destinasi wisata yang dapat dikembangkan.

"Saya yakin dari awal dulu, kalau pariwisatalah lokomotif ekonomi Jawa Barat. Karena dia tetesannya itu terasa. Dari kelas kecil sampai kelas besar, dari tukang parkir hingga konglomerat, semua punya peluang. Makanya saya bilang, kalau mau ditanya di mana ekonomi Pancasila, pariwisata adalah studi kasus yang paling ideal," ujar Ridwan Kamil beberapa waktu lalu.

Terkait target wisatawan, Pemprov Jabar mendorong tercapainya 1.830.000 kunjungan wisatawan mancanegara dan 48.000.000 kunjungan wisatawan nusantara sepanjang 2019. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved