Ditjen Bea Cukai Sebut Pelaku Usaha E-Commerce Harus Diperlakukan Sama dengan Pedagang lain

Mengikuti perkembangan dunia perdagangan yang mulai bergeser ke sistem perdagangan elektronik atau e-commerce, Direktorar Jenderal Bea Cukai pun ikut

Ditjen Bea Cukai Sebut Pelaku Usaha E-Commerce Harus Diperlakukan Sama dengan Pedagang lain
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Seminar peran dan fungsi Bea dan Cukai di era e-commerce. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Mengikuti perkembangan dunia perdagangan yang mulai bergeser ke sistem perdagangan elektronik atau e-commerce, Direktorar Jenderal Bea Cukai pun ikut bersiap.

Pasalnya, terdapat beberapa perbedaan antara sistem e-commerce dengan sistem dagang biasa, perbedaan itulah yang harus diantisipasi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Kepabeanan Internasional dan Antarlembaga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Syarif Hidayat ketika ditemui di Bale Sawala Universitas Padjadjaran (Unpad), Rabu (4/9/2019).

VIDEO DJBC Edukasi Mahasiswa Mengenai Peran dan Fungsi Bea Cukai di Era E-commerce

"Dengan adanya e-commerce ini, pedagang itu membeli barang, terutama yang dari luar negeri, bisa langsung melakukan pembayaran, bisa langsung melalui platform e-commerce," ujar Syarif Hidayat.

Untuk itu, Syarif Hidayat mengatakan, harus diberikan level yang sama antara pedagang biasa dengan pedagang e-commerce untuk menjaga persaingan yang sehat.

Ia menyontohkan lever persaingan yang sama dalam hal pajak. Bila pedagang melalui importir biasa dikenakan pajak masuk dan impor lainnya, maka pada platform lain pun harus mendapatkan perlakuan yang sama.

"Bila tidak, itu akan mematikan pelaku usaha lain," ujarnya.

Ini Pentingnya Edukasi Tugas dan Fungsi Bea Cukai di Era Perdagangan E-Commerce

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved