Bos Taksi Malaysia Hina Indonesia Negara Miskin, Driver Gojek Demo Sambil Pamer Kawasaki Ninja

Saat melakukan aksi demo, terdapat satu driver Gojek yang menggunakan motor Kawasaki Ninja 250 RR berwarna merah.

Editor: Ravianto
Istimewa
Ribuan mitra Gojek mengikuti Festival Merah Putih Gojek Bandung. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Sekitar 400 orang yang berprofesi driver Gojek melakukan aksi demo di depan kantor Kedubes Malaysia, Kuningan, Jakarta, Senin (3/9/2019).

Kedatangan mereka menuntut permintaan maaf secara langsung oleh Shamsubahrin Ismail, bos Big Blue Taxi Malaysia yang telah menghina driver Gojek dan pemerintah Indonesia dengan menyebut miskin.

Saat melakukan aksi demo, terdapat satu driver Gojek yang menggunakan motor Kawasaki Ninja 250 RR berwarna merah.

Diketahui, harga motor tersebut sekitar Rp 67 juta.

Ratusan driver Gojek saat melangsungkan aksi demo di depan Kedutaan Besar Malaysia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan,  Selasa (3/9/2019). Beberapa driver pun mengibarkan bendera merah putih. Mereka menanggapi berbagai pernyataan Datuk Shamsubahrin Ismail, bos Big Blue Taxi Malaysia yang melontarkan beragam pernyataan kontroversial karena menolak rencana Gojek mengaspal di Malaysia. Tribunnews/Jeprima
Ratusan driver Gojek saat melangsungkan aksi demo di depan Kedutaan Besar Malaysia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019). Beberapa driver pun mengibarkan bendera merah putih. Mereka menanggapi berbagai pernyataan Datuk Shamsubahrin Ismail, bos Big Blue Taxi Malaysia yang melontarkan beragam pernyataan kontroversial karena menolak rencana Gojek mengaspal di Malaysia. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Pengendara tersebut lengkap menggunakan jaket dan helm Gojek berdominasi warna hijau.

Ia pun menggendong tas memanjang ke atas dengan tulisan Gosend.

"Driver Gojek tidak miskin. Kami menuntut permintaan maaf Shamsubahrin secara langsung," ucap koordinator aski demi Bili Kurniawan melalui pengeras suara di atas mobil komando.

Hinaan miskin jelas menyinggung driver Gojek dimana rata-rata pendapatannya bisa mencapai Rp 400 ribu per hari.

Pendapatan tersebut, dinilai para driver Gojek bukan nilai yang kecil.

Misalnya, Musli merupakan driver Gojek asal Depok, Jawa Barat, yang mengaku penghasilannya perhari mencapai Rp 400 ribu dari penghasilan Gojek selama delapan jam.

"Sehari Rp 400 ribu, dulu waktu karyawan saya dapat Rp 2,8 juta per bulan," ujar Musli.

Dalam aksi, para driver Gojek membawa bendera Merah Putih dan kertas betuliskan bahwa driver Gojek bukan orang miskin.

Bahkan, mereka mengumpulkan uang koin yang ditaroh dalam plastik transpran untuk ongkos Shamsubahrin ke Indonesia. Uang tersebut diberikan melalui Kedubes Malaysia.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB, mulai membubarkan diri sekitar pukul 14.30 WIB. Selama aksi, driver Gojek menjalankannya secara tertib.

Tantang datang ke Jakarta

Ratusan pengemudi GoJek menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kedutaan Besar Malaysia di Jalan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019).

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved