Tim Ahli Bangunan Kota Bandung Minta Konsultan Berkualitas, Ini Alasannya

Pengembang menggandeng konsultan saat membangun, namun acap kali, konsultan menyodorkan rancangan perencanaan jauh dari standar dan aturan

Tim Ahli Bangunan Kota Bandung Minta Konsultan Berkualitas, Ini Alasannya
Tribunjabar/Yongky Yulius
Taman Alun-alun Bandung di halaman Masjid Raya Bandung, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung telah selesai direnovasi, hamparan rumput sintetis seluas kurang lebih 4.300 meter persegi sudah terlihat baru. Jumat (21/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) Kota Bandung meminta para pengembang memilih konsultan yang berkompeten.

Hal itu agar kualitas bangunan bisa lebih baik. Menurut Ketua TABG Kota Bandung, Riantari Sudarsono, pengembang menggandeng konsultan saat membangun.

Namun acap kali, konsultan menyodorkan rancangan perencanaan jauh dari standar dan aturan yang berlaku.

“Kendala yang dirasakan cukup berat adalah kualitas konsultan. Diharapkan saat pemilihan konsultan dan biaya-biaya yang biasanya standar diberikan ke konsultan itu bisa ditingkatkan sehingga bisa mendapatkan tenaga ahli yang kompeten dan proses perizinan menjadi mudah,” ujar Riantari di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Sabtu (31/8/2019).

Riantari memberikan gambaran, konsultan yang kurang kompeten akan membutuhkan waktu cukup lama ketika TABG merevisi rancangan perencanaan bangunannya sehingga proses pengurusan IMB ikut molor.

“Ada yang langsung mengembalikannya dalam seminggu dan menyelesaikan. Tetapi kadang-kadang bahkan setahun belum kembali lagi,” katanya.

Tugas TABG yakni untuk memastikan agar bangunan yang bakal dibangun bisa sesuai regulasi. Selain itu, memenuhi standarisasi yang berkenaan dengan keamanan dan kenyamanan pengguna bangunan.

“Tujuan dari TABG itu bertanggung jawab bahwa bangunan yang dibangun di Kota Bandung itu memenuhi peraturan yang berlaku di Indonesia. Terutama ada faktor keselamatannya. Seperti bahaya kebakaran atau gempa lalu hal lainnya. Termasuk fasilitas untuk kaum difabel. Jadi intinya pengguna bangunan harus merasa aman dan nyaman,” bebernya.

Wacana Pemindahan Ibu Kota Jawa Barat, Bikin Pro Kontra di Kalangan Anggota DPRD Kota Bandung

Hari Jadi Kota Bandung Ke 209 Tanpa Light Festival, Ini Penggantinya

Mengingat pentingnya masalah kenyamanan dan keamanan bagi pengguna gedung ini, menurut Rianti kualitas kompetensi konsultan ini jangan sampai disepelekan.

Sebagai bekalnya para konsultan ini harus mengantongi Surat Lisensi Bekerja Perencana (SLBP).

“Ini yang sama-sama harus kita sosialisasikan agar bisa mendapatkan tenaga ahli berkualitas, salah satunya dengan SLBP. Dengan SLBP ini bisa membantu mempercepat mendapat tenaga ahli,” jelasnya.

Riantari mengugkapkan, dari internal TABG Kota Bandung sekarang ini koordinasi antara TABG arsitektur, TABG struktur, beserta TABG mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) terus ditingkatkan agar proses pemeriksaan rancangan perencanaan bangunan bisa diakselerasi.

“Tim TABG ini akan membuat suatu percepatan atau proses bagaimana supaya perizinan menjadi lebih efektif.

Kesalahan Akun SimpleMan yang Ceritakan KKN Desa Penari, Ada Rasa Penyesalan Setelah Viral

Bacaan Doa Akhir Tahun Islam, Sambut Tahun Baru 1441 H, Lengkap Arab dan Latin, Dibaca Bada Ashar

Penulis: Tiah SM
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved