Pemilu 2019 Terberat, Bawaslu Jabar Catat Ada Lebih dari 900 Pelanggaran

Kasus yang menonjol adalah perihal politik uang dan perusakan alat peraga kampanye. Pemilu tahun ini disebut jadi pemilu yang paling berat.

Pemilu 2019 Terberat, Bawaslu Jabar Catat Ada Lebih dari 900 Pelanggaran
Tribun Jabar/ Ferri Amiril
Anggota Bawaslu Jabar Divisi Hukum Data dan Informasi H Yusuf Kurnia saat membuka acara refleksi tahapan Pemilu pada Pemilu tahun 2019 di Cianjur.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Bawaslu Jabar mencatat 940 pelanggaran pada pemilu legislatif dan pemilu presiden tahun 2019.

Kasus yang menonjol adalah perihal politik uang dan perusakan alat peraga kampanye.

Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Jabar Divisi Hukum Data dan Informasi H Yusuf Kurnia saat membuka acara refleksi tahapan Pemilu pada Pemilu tahun 2019 di Cianjur.

Ia mengatakan, pemilu tahun ini merupakan pemilu yang paling berat bagi penyelenggara.

"Ini pemilu yang sangat menyulitkan, selain pelanggaran, kami menerima laporan petugas yang sakit sebanyak 352 orang, 17 mengalami kecelakaan saat bertugas sampai yang meninggal dunia," ujar Yusuf di Hotel Yasmin, Sabtu (31/8/2019).

Ia juga mengatakan, konsekuensi besar yang telah dialami harus dilpertanggungjawabkan kepada publik.

Pihaknya mengakui telah menggunakan kewenangan yang ada sesuai aturan.

"Data pemilih jadi problem utama DPT sampai tiga kali perbaikan, pemilih ganda, NIK, dan lainnya, kami langsung laporkan secara rinci detil dan spesifik," ujarnya.

Ia mengatakan dari 940 pelanggaran sebanyak 320 di antaranya berasal dari laporan masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved