Kasus Proyek Meikarta, Sekda Jabar Nonaktif, Iwa Karniwa Ditahan di Rutan Guntur

Kemarin, Sekda Jabar (nonaktif) Iwa Karniwa menjalani pemeriksaan penyidik KPK dalam kasus dugaan suap proyek Meikarta

Kasus Proyek Meikarta, Sekda Jabar Nonaktif, Iwa Karniwa Ditahan di Rutan Guntur
(KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN)
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa ditahan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Sekretaris Daerah Jawa Barat alias Sekda Jabar (nonaktif) Iwa Karniwa keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seusai menjalani pemeriksaan penyidik KPK dalam kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta 2018 pada Jumat (30/8/2019) pukul 17.26. Ia mengenakan rompi kuning.

Resmi ditahan sebagai tersangka dalam kasus itu, Iwa Karniwa mengatakan tetap konsekuen untuk mendukung proses hukum terhadap kasus tersebut. Ia juga bersyukur telah menerima proses pemeriksaan penyidik KPK secara profesional.

"Saya sudah menjalankan sesuai dengan statement saya tempo hari akan mendukung proses hukum dan saya mendukung KPK untuk pemberantasan korupsi. Alhamdulillah, tadi sudah mendapatkan pemeriksaan secara baik dan profesional oleh penyidik dan saya akan ikuti proses. Mengenai substansi, silakan ke penasihat hukum," kata Iwa Karniwa di Gedung Merah Putih KPK.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Divisi Humas KPK Yuyuk Andriyati mengatakan Iwa Karniwa ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta.

Ia juga mengingatkan kepada Iwa Karniwa agar kooperatif sehingga bisa dipertimbangkan sebagai alasan meringankan.

"KPK juga sedang mendalami informasi lain yang diterima dari masyarakat terkait yang bersangkutan (Iwa) selama menjadi sekda," kata Yuyuk.

Tanggapi Penahanan Iwa Karniwa, Pemprov Jabar Pastikan Soal Pengacara, Plh Sekda & Wagub No Comment

Pakai Rompi Oranye, Sekda Jabar Iwa Karniwa Dijebloskan ke Penjara KPK: Alhamdulillah Tadi . . .

Iwa diduga berperan untuk memuluskan pengurusan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi. RDTR ini penting agar proyek Meikarta bisa terlaksana.

Namun pembahasan Raperda RDTR Kabupaten Bekasi yang telah disetujui oleh DPRD Bekasi mandek di tingkat Pemprov.

Raperda itu tidak segera dibahas oleh Pokja Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD). Padahal, dokumen pendukung sudah diberikan.

Untuk memuluskan pembahasan RDTR di tingkat Pemprov itu, Iwa Karniwa diduga menerima uang Rp 900 juta dari Neneng Rahmi Nurlaili, yang saat itu masih menjabat sebagai kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi.

Halaman
1234
Penulis: Arief Permadi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved