Banyak Artis Terpilih di Pileg 2019, Pengamat Politik Sebut Masyarakat Jabar Masih Lihat Popularitas

Banyaknya artis yang teripilih menjadi anggota legislatif dalam Pemilihan Legislatif (Pileg 2019) dari daerah pemilihan Jawa Barat banyak dipengaruhi

ISTIMEWA
Mulan Jameela, Dessy Ratnasari, Nurul Arifin, dan Rieke Diah Pitaloka 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Banyaknya artis yang teripilih menjadi anggota legislatif dalam Pemilihan Legislatif (Pileg 2019) dari daerah pemilihan Jawa Barat banyak dipengaruhi faktor popularitas.

Hal itu disampaikan pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Firman Manan, saat dihubungi Tribun Jabar, Sabtu (31/8/2019).

Jika dibandingkan dengan Pileg 2014, katanya, jumlah artis yang terpilih dari daerah pemilihan Jawa Barat ini cenderung menurun pada Pileg 2019.

Pada pilkada terakhir, baik tingkat kabupaten, kota, dan provinsi, katanya, calon kepala daerah dari kalangan artis tidak sedikit yang tidak terpilih.

"Kalau kita lihat pas 2014 juga sama. Jabar yang terbanyak punya caleg dari kalangan artis. Tapi mungkin jumlahnya ada penurunan, artinya karakteristik pemilih Jabar ada yang masih melihat polularitas sebagai salah satu referensi, walau ada kecenderungan mulai berubah," kata Firman 

Profil Oni SOS atau Oni Suwarman, Satu Grup Lawak dengan Sule, Kagumi Sosok Kabayan

Firman mengatakan bahwa pemilih Jawa Barat tidak bisa digeneralisasikan bahwa mereka memilih berdasarkan popularitas artis idolanya.

Tidak sedikit, katanya, artis yang terpilih saat ini yang sudah benar-benar hijrah menjadi seorang politisi.

"Anggota legislatif terpilih yang dari artis ini terbagi, yang pertama dia background artis tapi sudah pindah profesi jadi politisi, semisal Nurul Arifin. Orang mengenal dia artis, tapi sebenarnya dia sudah alih profesi sejak lama. Kalau seperti itu, paling tidak masyarakat tahu dia punya dasar pemahaman legislatif," katanya.

Kedua, katanya, ada juga calon legislatif yang murni belum punya dasar sebagai politisi, baru maju sebagai artis.

Inilah yang perlu penambahan kapasitas sebagai legislatif.

Mereka harus beradaptasi dengan cepat supaya bisa segera memenuhi harapan para pemilihnya.

"Sebaiknya karena menjadi anggota DPR RI atau DPD RI adalah sebuah kerjaan full time, mereka seharusnya meninggalkan dunia keartisan. Toh mereka sudah memilih, bahkan diamanatkan oleh publik, untuk mengartikulasikan kepentingan konstituen. Lebih baik di situ saja, jangan terlibat keartisan, sepenuhnya sebagai politisi," katanya.

Bisa saja tidak hanya di Jawa Barat, katanya, sistem pemilihan proporsional terbuka seperti Pileg 2019 di Indonesia ini membuat salah satu faktor yang dilihat masyarakat adalah popularitas.

Apalagi pada 2019 pileg berbarengan dengan Pilpres 2019.

"Maka pileg tidak terlalu terekspos caleg-calegnya. Dalam kondisi ini peluang figur yang terkenal jadi lebih besar. Karena waktu kampanye tidak bisa secara maksimal dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak punya popularitas figur," katanya.

Buntut Aceng Fikri Digiring Satpol PP, DPD RI Kirim Surat ke Wali Kota Bandung, Ini Tujuannya

Mahasiswi Ini Melahirkan, Mulut Bayi Disumpal Kain dan Diletakkan di Dalam Ember

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved