Plt Bupati Cirebon Sambut Baik Rencana Ibu Kota Jabar Pindah ke Segitiga Rebana, Minim Bencana Alam

Plt Bupati Cirebon sambut baik rencana ibu kota Jabar pindah ke Segitiga Rebana. Sebut Cirebon awal muda peradaban di Jabar.

Plt Bupati Cirebon Sambut Baik Rencana Ibu Kota Jabar Pindah ke Segitiga Rebana, Minim Bencana Alam
tribunjabar/siti masithoh
Plt Bupati Cirebon, Imron Rosyadi saat mengunjungi kantor uji kendaraan Dishub Kabupaten Cirebon, Selasa (9/7/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Plt Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Cirebon menyambut baik rencana Provinsi Jawa Barat yang akan memindahkan ibu kota Provinsi Jawa Barat, salah satunya pilihannya adalah Segitiga Rebana (Cirebon-Majalengka-Patimban).

Imron mengatakan, Kabupaten Cirebon‎ adalah wilayah yang sangat tepat untuk dijadikan sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat, karena letak kabupaten tersebut memiliki akses mudah dijangkau dari kota lain di Jawa Barat.

"Cirebon punya tiga tol untuk akses dan dekat bandara," kata Imron Rosyadi di pelataran Masjid Sumber‎, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (30/8/2019).

Imron mengatakan, wilayah Kabupaten Cirebon minim dari bencana alam, baik longsor atau banjir, berbeda dengan Kota Bandung yang kerap kali dilanda banjir serta sudah padat penduduk.

Peta Segitiga Rebana
Peta Segitiga Rebana (Disparbud Jabar)

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu sempat berbincang dengan sejumlah sejarawan Cirebon, disebutkan bahwa awal mula peradaban di Jawa Barat berada di Cirebon, sehingga persiapan akan dilakukan bila Cirebon menjadi ibu kota.

"Kami mendukung wacana tersebut dan sebenarnya untuk Cirebon menjadi ibukota sudah sangat mengarah," katanya.

‎‎Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyebutkan, saat ini tengah mengkaji rencana kepindahan ibukota Jawa Barat tiga wilayah pilihan, yakni Segitiga Rebana (Cirebon-Kertajati-Patimban), Walini Cikalongwetan, dan Tegalluar Kabupaten Bandung.

‎Ridwan Kamil mengatakan, hal tersebut sudah diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Barat yang disahkan bersama DPRD Jabar, Rabu (28/8/2019) malam. Pada dasarnya, katanya, Kota Bandung sama dengan Jakarta yang sudah terlalu padat untuk ukuran ibu kota.

"Pada dasarnya, secara fisik Kota Bandung juga sama seperti Jakarta, sudah tidak cocok lagi menjadi pusat pemerintahan karena contohnya, kantor pemerintahan menyebar. Kajian akan dilaksanakan dalam enam bulan ke depan," kata gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Sate, Kamis (29/8/2019).

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved