Tak Tahu 3 Anaknya Jadi Korban Pembunuhan di Banyumas, Misem Siapkan Banyak Makanan Tiap Lebaran

Bertahun-tahun, Misem (76) tidak pernah tahu nasib anak-anak serta cucunya sebelum heboh penemuan tengkorak di Grumbul Karanggandul, Banyumas

Tak Tahu 3 Anaknya Jadi Korban Pembunuhan di Banyumas, Misem Siapkan Banyak Makanan Tiap Lebaran
KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Tersangka dihadirkan dalam ungkap kasus penemuan empat kerangka manusia di Mapolres Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (27/8/2019). 

TRIBUNJABAR.ID - Bertahun-tahun, Misem (76) tidak pernah tahu nasib anak-anak serta cucunya sebelum heboh penemuan tengkorak di Grumbul Karanggandul, Desa Pasinggangan, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (25/8/2019).

Selama itu pula, ia mengira tiga anak dan seorang cucunya sedang merantau. Ia berharap mereka sesekali datang mengunjunginya, terutama saat Lebaran.

Ibu tua renta itu, Misem (76), selalu menyiapkan hidangan Lebaran untuk anak-anak dan seorang cucunya yang dikira merantau itu. Ya, ia selalu berharap empat orang itu mudik saat Lebaran tapi harapannya itu tak pernah terwujud.

Kisah kesedihan Misem yang selalu menantikan kehadiran anak-anaknya itu diceritakan oleh Sihad (mantan ketua RT 7 RW 3), yang terkadang melihat Misem memasak dalam jumlah banyak setiap lebaran.

"Mbah Misem itu selalu masak cukup banyak ketika Lebaran. Dia memasak ketupat dan hidangan lain, berharap anak-anaknya itu pulang dari merantau," ujar Sihad kepada Tribunjateng.com, Rabu (28/8/2019).

5 Tahun, Ibu dan 3 Anaknya Tutupi Pembunuhan Sadis di Banyumas, 4 Kerangka Manusia Ditemukan

Siasat Licik Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas Diungkap Tak Sengaja Oleh Tetangga

banyumas001
Suasana keramaian warga saat proses pra-rekonstruksi kasus pembunuhan satu keluarga di Banyumas pada, Rabu (28/8/2019).

Sihad juga sempat menceritakan, Misem selalu membersihkan kamar-kamar kosong yang ada di rumahnya, karena dia masih berharap anak-anaknya pulang dan berkumpul kembali.

Semenjak 2014 hingga sekarang, Misem hanya tinggal sendiri di rumahnya.

Sebelum pembunuhan sadis itu, Misem masih berkumpul dalam satu rumah bersama Supratno (anak pertamanya), Sugiyono (anak ketiga), Heri (anak kelima) dan Pipin (cucu perempuannya).

Situasi rumah kala itu masih ramai dengan kehadiran anggota keluarga yang lain tapi penantian dan harapannya itu hanyalah sia-sia belaka.

Anak-anak dan cucu yang dia anggap selama ini pergi merantau ternyata telah terkubur di belakang rumahnya sendiri.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved