Sejumlah Pelaku Digital Marketing Bicara di FGD yang Digelar Ilmu Komunikasi Fisip Unpas

Marketing Komunikasi PT. Rabbani Hypnofashion, Wahid Arbi Sasmito mengatakan, kesuksesan penerapan digital marketing dalam perusahaan dilandasi oleh

Sejumlah Pelaku Digital Marketing Bicara di FGD yang Digelar Ilmu Komunikasi Fisip Unpas
Tribun Jabar/Cipta Permana
Suasana berlansungnya FGD bertajuk "Kajian dan Praktik Digital Marketing" yang di selenggarakan oleh prodi kajian Ilmu Komunikasi Fisip Unpas di laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip Unpas, Jalan Lengkong Tengah, Kota Bandung, Kamis (29/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berkembang pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di berbagai bidang, turut memberi perubahan budaya terhadap para pelaku usaha saat ini.

Penggunaan aplikasi dalam hal pemasaran dari suatu produk atau jasa yang dikenal dengan digital marketing, menjadi keniscayaan dan kebutuhan yang harus dilakukan guna mengefektifkan dan efisiensi berjalannya sebuah bisnis agar terus menghasilkan keuntungan.

Hal itulah yang dibahas dalam sebuah forum kelompok diskusi atau Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Kajian dan Praktik Digital Marketing" yang diselenggarakan oleh laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip Unpas.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh sejumlah pembicara yang merupakan para pelaku digital marketing di berbagai perusahaan, baik bidang produksi hingga media cetak dan elektronik.

Dukung Reposisi Kurikulum SMK, Anggota DPRD Terpilih Ini Dorong Pelatihan Wirausaha untuk Bobotoh

Marketing Komunikasi PT. Rabbani Hypnofashion, Wahid Arbi Sasmito mengatakan, kesuksesan penerapan digital marketing dalam sebuah perusahaan dilandasi oleh beberapa faktor di antaranya, mengetahui dan memahami apa yang akan di promosikan, tujuan dari kegiatan digital marketing itu, dan segmentasi apa atau siapa target pemasaran yang akan dituju.

"Untuk membuat digital marketing itu, pelaku usaha atau bisnis harus bisa memahami tiga hal ini. Sehingga kegiatan digital marketing tersebut dapat berjalan efektif dan efisien sesuai yang diharapkan," ujarnya usai kegiatan FGD di laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip Unpas, Jalan Lengkong Tengah, Kota Bandung, Kamis (29/8/2019)

Arbi menjelaskan, faktor kegagalan perusahaan konvensional yang kerap terjadi, dalam hal melakukan digital marketing, disebabkan oleh keterlambatan memulai atau menyadari bahwa pentingnya digital marketing, ternyata memiliki efek besar terhadap perkembangan bisnis perusahaan.

Selain itu, memiliki tradisi bahwa jarang atau tidak pernah melibatkan generasi muda  dalam membangun bisnis perusahaan, padahal generasi muda yang potensial  memiliki ide gagasan yang lebih kreatif, khsususnya dalam hal memanfaatkan sebuah media sosial.

"Anak-anak muda sekarang atau generasi milenial sekarang itu sebenarnya sumber kreatif, maka saat banyak perusahaan yang tidak mau untuk bersinergi dengan anak-anak muda, maka menjadi sebuah kesalahan. Faktor kegagalan lainnya adalah tidak mengenal atau tidak mampu memelihara konsumen, sehingga tidak jarang banyak konsumen loyal dari sebuah perusahaan justru lari ke kompetitor, karena perusahaannya tidak mengetahui siapa konsumennya dan apa yang konsumen butuhkan," ucapnya.

Aa Gym Luncurkan Pupuk Organik Hasil Biokonversi Lalat Tentara Hitam, Karya Anak Bangsa, Bisa Gratis

Halaman
12
Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved