Nasib Aulia Kesuma, Otak Pelaku Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya, Kriminolog: Bisa Hukuman Mati

Jasad Pupung Sadili dan anaknya Dana sebelumnya ditemukan terpanggang di dalam mobil di Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (25/8/2019).

facebook aulia kesuma dan kompas
Aulia Kesuma, perempuan pembunuh suaminya, Pupung Sadili 

TRIBUNJABAR.ID - Kriminolog Lucky Nurhadiyanto menungkapkan apa yang menjadi penyebab Aulia Kesuma (35) tega merencanakan pembunuhan suami dan anak tirinya, Edi Chandra alias Pupung Sadili (54) dan M Adi Pradana alias Dana (23).

Jasad Pupung Sadili dan anaknya Dana sebelumnya ditemukan terpanggang di dalam mobil di Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (25/8/2019).

Keduanya jadi korban pembunuhan empat eksekutor yang diotaki oleh Aulia Kesuma, istri muda Pupung.

Lucky mengatakan, dalam hal ini ada kontaminasi pengaruh internal dan eksternal.

Misalnya, saat anak tiri Aulia Kesuma, Dana, menolak atau tak setuju rumah Lebak Bulus milik Pupung dijual.

"Dorongan-dorongan warisan dan kemudian pengaruh dari penolakan si anak tiri bisa mempengaruhi psikologis si ibu, ego si ibu (Aulia Kesuma)," ujar Lucky di acara dialog Kompas TV yang dikutip TribunJabar.id, Rabu (28/8/2019).

Lebih lanjut kriminolog Universitas Budi Luhur itu mengungkapkan kemungkinan hukuman yang bakal diterima Aulia Kesuma.

Isi Chat WhatsApp Aulia Kesuma ke Pupung Sadili, Akal-akalan untuk Tutupi Jejak Pembunuhannya

Ia mengatakan, otak pelaku, dalam hal ini Aulia Kesuma, bisa mendapatkan hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

"Lebih kurang seperti itu (terkena pasal pembunuhan berencana)," kata Lucky.

Awalnya, permasalahan antara Pupung Sadili dan Aulia Kesuma dipicu oleh sengketa penjualan rumah.

Halaman
1234
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved