Kemarin Diguyur Hujan Deras, Bagaimana Cuaca Bandung Hari Ini? Berikut Penjelasan BMKG

Kemarin Kota Bandung diguyur hujan deras. Bagaimana cuaca hari ini? Berikut penjelasan BMKG.

Editor: taufik ismail
(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Pengendara motor mengenakan jas hujan saat menerobos hujan di Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (27/8/2019). Badan meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim hujan 2019/2020, sebagian besar akan mulai di Oktober dan November, sedangkan untuk Agustus dan September hanya terjadi di sebagian kecil wilayah di Indonesia. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hujan cukup deras mengguyur beberapa wilayah di Kota Bandung kemarin siang.

Di kawasan Buah Batu dan sekitarnya, hujan turun sekitar pukul 13.00.

Lebih dari satu jam hujan mengguyur Buah Batu, Sekelimus, Kiaracondong, dan kawasan lain.

Bagaimana cuaca di Bandung hari ini?

Diberitakan sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan di Jawa Barat pada 26-28 Agustus 2019.

Hal ini disebabkan munculnya aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO).

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Tony Agus Wijaya, mengatakan, MJO dapat menyebabkan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan di wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

"Ada potensi hujan di Jawa Barat di tiga hari ke depan, karena ada gangguan cuaca jangka pendek yaitu MJO yang menyebabkan daerah pertemuan angin di sekitar Jabar dan berpotensi meningkatkan jumlah awan hujan," kata Tony Agus Wijaya saat dihubungi, Senin (26/8/2019).

Tony mengatakan dampak yang akan dirasakan di Bandung Raya berupa potensi hujan ringan.

Namun, tiap daerah di Jabar beragam kondisi cuacanya karena faktor geografis dan topografis.

Wilayah utara lebih rendah curah hujannya dibandingkan wilayah tengah dan selatan.

Berdasarkan data BMKG, kejadian serupa akan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua.

Selain potensi hujan lebat, potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter diprakirakan juga akan terjadi di perairan utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, perairan barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Enggano Bengkulu, perairan barat Lampung.

Potensi gelombang tinggi juga ada di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa, hingga Pulau Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Perairan selatan Pulau Sawu - Pulau Rote, Laut Sawu bagian selatan, Laut Timor selatan NTT, Samudra Hindia barat Sumatera, hingga selatan NTT.

Perlu diperhatikan risiko angin dan gelombang bagi keselamatan pelayaran.

Perahu Nelayan (pada kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (pada kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (pada kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Kargo/Kapal Pesiar (pada kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak lanjutan akibat cuaca yang dapat ditimbulkan seperti jalan licin, genangan, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.

Bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

VIDEO Hujan Mengguyur Gunung Tangkuban Parahu Usai Warga Gelar Istigasah dan Salat Istisqa

Cirebon Memasuki Puncak Musim Kemarau, Suhu Terus Meningkat Hingga Akhir September

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved