Ibu Kota Negara Pindah Kaltim, Gerindra Tetap Berharap Pindah Jonggol, Contoh Malaysia?

Oleh karenanya menurut Fadli Zon, pemindahan ibu kota negara harus dikaji dengan sangat matang dan tak tergesa-gesa.

Ibu Kota Negara Pindah Kaltim, Gerindra Tetap Berharap Pindah Jonggol, Contoh Malaysia?
tribunjabar/dian nugraha ramdani
Kondisi jembatan Cipamingkis, di Kampung Jagaita Desa Jonggol Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, Jumat (14/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Partai Gerindra tetap berharap bahwa ibu kota negara yang baru berada di Jonggol, Bogor Jawa Barat, meski Presiden Joko Widodo ( Jokowi) telah memutuskan dua Kabupaten di Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Baru Indonesia, yakni Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan bahwa alasan memilih Jonggol karena pemindahan relatif lebih mudah.

Lokasi Jonngol tidak terlalu jauh dengan Jakarta.

"Kalau jonggol itu split capital, lebih mudah. infrastrukturnya tidak terlalu sulit, jalan sudah ada. lahan masih ada. nah kalau split capital itu lebih mudah," kata Fadli di Komples Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (28/7/2019),

Fadli mencotohkan negara Malaysia. Negara tetangga tersebut memindahkan ibu kota dari Kuala Lumpur ke Putra jaya, yang jaraknya kurang lebih hanya 25 Kilometer.

Selain itu menurutnya negara yang memindahkannya Ibu Kotanya terlalu jauh, cenderung gagal.

"Brazilia jauh, makanya gagal kan. Memang Brazilia berhasil? saya sudah datang ke Brazilia City itu enga ada apa apa di situ. Itu ibu kota yang gagal menurut saya," tuturnya.

Oleh karenanya menurut Fadli pemindahan ibu kota negara harus dikaji dengan matang.

Mulai dari lokasi hingga biaya. Jonggol merupakan pilihan logis dari segi lokasi dan biaya pemindahan.

"Infrastruktur nya sudah ada dan bisa di gapai dengan mudah tidak memerlukan biaya yang besar itu saya kira masuk akal dan itu pun bisa bertahap, ibaratnya sambil jalan. Tapi kalau ke luar pulau itu memerlukan biaya yang besar memerlukan perencanaan yang lebih matang lagi. Memerlukan suatu kondisi ekonomi yang baik, pertumbuhan yang baik, rakyat juga mempunyai daya," pungkasnya.

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved