Breaking News:

Bawaslu Jabar Akui Tak Mudah Awasi Pemilu 2019, Total Temukan 939 Pelanggaran

Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah Dahlan, menyebut beberapa catatan temuan di Pileg dan Pilpres 2019 harus menjadi bahan evaluasi di Pemilu mendatang.

Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/Isep Heri
Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah Dahlan 

"Dalam sosialisasi kampanye masih ditemukan cara-cara mencapai keterpilihan dengan cara yang transaksional semisal money politic," kata dia.

PDI Perjuangan Targetkan Kemenangan di 8 Pilkada 2020 Jabar, Ini yang Sekarang Dilakukannya

Ia berharap masyarakat bisa bersinergi dengan Bawaslu Jabar untuk aktif mengawasli politik uang.

"Ke depan saya kira ini harus diperkuat lagi. Ada 6 kasus yang sudah divonis di pengadilan, implikasinya caleg yang divonis bersalah pengadilan oleh KPU didiskualifikasi," jelasnya.

Regulasi yang menyangkut politik uang dipandangnya perlu ada revisi sehingga hal tersebut tidak terus berulang dalam setiap pelaksanaan pemilu.

"Subjek hukumnya harusnya lebih luas pelaku politik uang misal, sehingga kami leluasa dalam segi progresif penindakannya," ujarnya.

Di sisi lain, menurutnya perlu ada penguatan pada penegakan hukum.

"Sehingga ada persamaan pandangan tidak ada lagi tafsir-menafsir regulasi di antara Bawaslu, Polisi, Jaksa melihat perkara dan pidananya. Kesadaran masyarakat juga perlu terus dibuka seluas-luasnya," kata Abdullah Dahlan.

Takut Dituduh Politik Dinasti, Bupati Bandung Belum Izinkan Istrinya Maju di Pilkada Serentak

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved