Surat Bupati Bandung Soal DOB KBT Bak Macan Ompong, Tak Berdampak Terhadap Rencana DOB KBT

Surat Bupati Bandung Dadang Naser terkait usulan penataan daerah dan pembentukan daerah otonomi baru (DOB)

Surat Bupati Bandung Soal DOB KBT Bak Macan Ompong, Tak Berdampak Terhadap Rencana DOB KBT
Tribunjabar/Mega Nugraha
Landscape pemukiman padat penduduk di timur Kabupaten Bandung dilihat dari Pasir Candi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Surat Bupati Bandung Dadang Naser terkait usulan penataan daerah dan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Kabupaten Bandung Timur (KBT) tidak berdampak apapun terhadap rencana ‎ DOB KBT yang sudah diwacanakan sejak 2010.

Asep Juarsa dari Komite Independen Pembentukan (KIB) KBT menunjukan dua surat dari Pemprov Jabar. Pertama, surat nomor 135/1714/Pemksm tanggal 15 April. Ditujukan ke sejumlah bupati dan walikota pengusul DOB.

Surat itu salah satu pokok isinya meminta agar pengusul melengkapi persyaratan pembentukan DOB. Seperti syarat dasar kewilayahan, kapasitas daerah dan persyaratan administratif kajian terbaru maksimal lima tahun sebelumnya.

‎Lalu surat nomor 118/2827/Pmkm tanggal 2 Juli ditujukan pada Bupati Bandung, Karawang, Cianjur, Bekasi, Tasikmalaya, isinya, Pemprov Jabar meminta progress pengusulan DOB.

"Tapi surat bupati yang kemarin itu isinya sama sekali tidak merespon dua surat dari Pemprov Jabar yang meminta persyaratan pembentukan DOB dan progressnya sampai sejauh mana. Jadi surat bupati kemarin tidak nyambung, jadi sama sekali tidak menimbulkan konsekuensi apapun," ujar Asep ditemui di Majalaya, Selasa (27/8/2019).

Menurut Asep, mengacu pada surat Pemprov Jabar meminta Pemkab Bandung untuk melengkapi persyaratan dan meminta perkembangan pengusulan DOB KBT.

Daerah Otonomi Baru Tidak Bisa Mandiri dalam 2 Tahun, Harus Kembali ke Induk

"Tapi kan bupati malah mengeluarkan surat usulan penataan daerah dan isinya meminta kajian lagi ke Pemprov Jabar. Artinya, Pemkab Bandung belum melakukan apapun untuk DOB KBT. Baik kajian maupun progress," katanya.

Diakuinya, banyak pihak yang mengapresiasi surat bupati pada Gubernur Jabar itu. Namun kata dia, perlu ditegaskan bahwa surat itu bak macan ompong.

"Seharusnya surat bupati kemarin dilampirkan bersama progress tahapan pengusulan DOB, progressnya sampai sejauh mana. Nah surat bupati itu kan cuma selembar, tidak ada dokumen terlampir," katanya.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved