Jasad Terpanggang di Cidahu

2 Jasad Terpanggang di Dalam Mobil di Sukabumi, Kasus Serupa Pernah Terjadi di Dolly Surabaya

TERENCANA. Kasus pembunuhan terencana dengan meletakkan jasad korban di dalam mobil sebelum...

Dari dekat lokasi tersebut, AK membeli bensin dan menyerahkan kepada KV untuk membakar mobil tersebut.

Pembunuhan berencana yang dirancang AK ini serupa dengan pembunuhan di Gang Dolly, Surabaya, 13 Agustus 1988 silam atau 31 tahun lalu.

Ilusttrasi mobil terbakar | Sejumlah anggota Polres Sukabumi melakukan proses olah tempat kejadian perkara temuan dua jenazah dalam mobil terbakat di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8/2019).
Ilusttrasi mobil terbakar | Sejumlah anggota Polres Sukabumi melakukan proses olah tempat kejadian perkara temuan dua jenazah dalam mobil terbakat di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8/2019). (Istimewa dan KOMPAS.COM/BUDIYANTO)

Otak pembunuhannya adalah Sumiarsih, muncikari di lokalisasi terkenal di Surabaya, Gang Dolly.

Selain Sumiarsih, pelaku pembunuhan itu adalah suaminya, Djais Adi Prayitno, Sugeng (anak Sumirasih), Sersan Dua Adi Saputro (menantu), serta Nanok dan Daim (pegawai Sumirasih).

Korbannya adalah Komandan Primer Koperasi Angkatan Laut Letnan Kolonel Purwanto, Sunarsih (istri Purwanto), Haryo Bismoko, Haryo Budi Prasetyo (anak Purwanto), dan Sumaryatun (kerabat).

Sumiarsih adalah pemilik Wisma Happy Home di Gang Dolly.

Ketika itu, wisma milik Sumiarsih alias Mami Rose sangat terkenal karena dikenal dihuni perempuan-perempuan cantik.

Karena wisma Mami Rose ini ramai, korban yakni Purwanto ingin bekerja sama.

Purwanto lantas turut mendirikan wisma di Gang Dolly dengan Sumiarsih alias Mami Rose jadi pengelolanya.

Namun, Sumiarsih harus menyetor Rp 20 juta per bulan dari wisma milik Purwanto.

Halaman
1234
Penulis: Ravianto
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved