Tiga Hari Ini Hujan Berpotensi Turun di Jawa Barat, di Bandung Diprediksi Hujan Ringan

Tiga hari ini Jawa Barat berpotensi diguyur hujan. Di Bandung diprediksi hujan ringan.

Tiga Hari Ini Hujan Berpotensi Turun di Jawa Barat, di Bandung Diprediksi Hujan Ringan
Tribun Jabar/Ery Chandra
Suasana hujan dikawasan Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Jumat (1/3/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan di Jawa Barat pada 26-28 Agustus 2019.

Hal ini disebabkan munculnya aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO).

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Tony Agus Wijaya, mengatakan, MJO dapat menyebabkan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan di wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

"Ada potensi hujan di Jawa Barat di tiga hari ke depan, karena ada gangguan cuaca jangka pendek yaitu MJO yang menyebabkan daerah pertemuan angin di sekitar Jabar dan berpotensi meningkatkan jumlah awan hujan," kata Tony Agus Wijaya saat dihubungi, Senin (26/8/2019).

Tony mengatakan dampak yang akan dirasakan di Bandung Raya berupa potensi hujan ringan.

Namun, tiap daerah di Jabar beragam kondisi cuacanya karena faktor geografis dan topografis.

Wilayah utara lebih rendah curah hujannya dibandingkan wilayah tengah dan selatan.

Berdasarkan data BMKG, kejadian serupa akan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua.

Selain potensi hujan lebat, potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter diprakirakan juga akan terjadi di perairan utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, perairan barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Enggano Bengkulu, perairan barat Lampung.

Potensi gelombang tinggi juga ada di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa, hingga Pulau Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Perairan selatan Pulau Sawu - Pulau Rote, Laut Sawu bagian selatan, Laut Timor selatan NTT, Samudra Hindia barat Sumatera, hingga selatan NTT.

Perlu diperhatikan risiko angin dan gelombang bagi keselamatan pelayaran.

Perahu Nelayan (pada kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (pada kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (pada kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Kargo/Kapal Pesiar (pada kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak lanjutan akibat cuaca yang dapat ditimbulkan seperti jalan licin, genangan, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.

Bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

Trotoar dan Drainase di Kota Bandung Bakal Diperbaiki, Meminimalisasi Genangan Air Saat Musim Hujan

Tiga Wilayah di Indramayu Ini Mengalami HTH Terpanjang di Jabar, Sudah 125 Hari Tanpa Hujan

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved