Persib Bandung

Mantan Pelatih Persib Bandung Djanur Optimistis Bisa Selamatkan Barito, Sebut-sebut Masa Lalu Persib

Pelatih Djadjang Nurdjaman optimistis bisa menempatkan Barito Putera di posisi yang lebih baik di Liga 1 2019. Sebut masa lalu Persib Bandung.

Mantan Pelatih Persib Bandung Djanur Optimistis Bisa Selamatkan Barito, Sebut-sebut Masa Lalu Persib
Tribun Jabar/Wanti Puspa Gustiningsih
Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Senin (10/7/2017). 

TRIBUNJABAR.ID, BANJARMASIN ‑ Pelatih Djadjang Nurdjaman optimistis bisa menempatkan Barito Putera di posisi yang lebih baik di Liga 1 2019.

Saat ini, tim Laskar Antasari terperosok di posisi 16 klasemen sementara. 

Mantan pelatih Persib Bandung itu ditunjuk menggantikan Jacksen F Tiago setelah dilepas Persebaya Surabaya.

Bukan tanpa alasan pria yang akrab disapa Djanur ini menerima pinangan Barito Putera.

Dia mengakui, klub asal Bbanjarmasin, Kalimantan Selatan, ini memiliki sejarah panjang di kompetisi Tanah Air sejak era Galatama.

Persib Bandung Sangat Selektif Cari Kiper Meski Stok Sedikit, Ini Kata Pelatih Kiper Gatot Prasetyo

"Saya tahu persis sejarah Barito, sejak pertemuan dengan Persib tahun 1995, salah satu klub yang paling eksis sejak era Galatama sampai sekarang," ujar Djanur kepada wartawan, Minggu (25/8).

Pelatih yang mengantarkan Persib juara LSI 2014 ini menilai, sejarah panjang Barito itu tak lepas dari profesionalnya manajemen dalam membangun klub yang mampu berkompetisi di level tertinggi.

Apalagi, Barito selalu dihuni pemain‑pemain yang berpengalaman sejak dulu.

Kiper Persib Bandung Tinggal Diumumkan, Pelatih Kiper Gatot Prasetyo Bocorkan Ciri-cirinya

Tak sedikit dari pemain‑pemain Barito dipanggil untuk memperkuat tim nasional Indonesia. "Menurut saya, Barito ini memiliki pemain, terutama membangun pemain muda yang andal, untuk itu saya bersama coach Yunan (Helmi) akan mencoba membangun Barito ke peringkat yang lebih baik," ucapnya.

Pria asal Majalengka ini memastikan Yunan akan menjadi asistennya di Barito untuk mengarungi sisa kompetisi.

"Enggak mungkin ada dua pelatih kepala, pasti satu coach dan satu asisten, begitu yang disampaikan manajemen kepada saya," ucapnya. (kompas.com)

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved